Bagaimana Saya Harus Memulai Menulis Apa Kata Pertamanya

SAYA sudah mengumpulkan banyak informasi dari observasi dan wawancara, lalu apa? Ya, dilaporkan. Ya, ditulis-lah, karena ekstra jurnal itu intinya, kamu harus bisa menulis dengan baik.

Gimana melaporkannya (reporting news)? Gimana menulisnya? Harus mulai dari mana? Lho, menulis secara jurnalistik, itu yang seperti apa?

Mari, kita pahami kembali. Kalau dirinci, informasinya itu akan terdiri atas : data (fakta), kutipan, dan informasi penunjang lainnya. Pasti banyak sekali, karena kamu sudah berusaha keras, sedetail-detailnya mengumpulkan.

Apakah semua fakta, kutipan dan rincian lain harus dilaporkan? Jawabannya adalah tidak.

Berita (cerita) atau tulisan yang baik menyangkut seleksi, bukan penjejalan informasi. Seleksi artinya, tidak semua informasi itu dipergunakan, hanya yang relevansinya paling kuat.

Kamu harus memutuskan sendiri, apa yang paling penting untuk dimasukkan ke dalam ceritamu dan bagaimana urutannya. Kalau sudah seperti ini, kita masuk bagian tersulit, yakni memutuskan apa yang harus dibuang.

Salah satu cara untuk mengambil keputusan itu adalah dengan memilih inti atau tema yang juga disebut fokus. Maksudnya apa? Fokus itu adalah jawaban atas pertanyaan “Tentang apa sebenarnya cerita ini?”.

Lalu, tanyakan selanjutnya : Apa cerita atau beritanya? Bagaimana kisahnya? Apa gambarnya? Bagaimana saya bisa menyatakannya dalam enam kata? Lalu?

Bayangkan, di dekat rumah kamu, terjadi kebakaran gedung yang hebat. Nalurimu sebagai jurnalis langsung bergerak. Kamu dengan cepat bertanya kepada warga apa yang terjadi, bertanya kepada Pak RT, kerugiannya apa saja.

Kamu menceritakan kembali mengenai kebakaran gedung itu kepada temanmu. Mungkin kamu bisa memberikan penjelasan secara lisan (verbal), seperti tukang dongeng. Bisakah cerita lisan kamu itu, kamu tuliskan, sehingga semua orang dapat membacanya.

Apa yang harus kamu lakukan? Kamu perlu yang namanya fokus cerita sebelum mulai menulis. Bukan kayak tukang dongeng, yang ceritanya kadang ngelantur ke mana-mana. Untuk menemukan fokus cerita itu, cobalah bertanya pada dirimu sendiri :

*Apa beritanya?
Suatu kebakaran gedung yang menghancurkan dua buah rumah lainnya di bukit sebelah timur kota, tapi tidak ada yang terluka dan kawasan pertokoan itu selamat.

*Bagaimana kisahnya?
Dua keluarga kehilangan rumah mereka tapi bersyukur masih tetap hidup.

*Apa gambarnya?
Para anggota keluarga itu saling berpelukan di dekat reruntuhan rumah mereka yang masih berasap.

*Bagaimana saya bisa menyatakannya dalam enam kata?
Kebakaran menghancurkan rumah tapi semua selamat.

*Lalu?
Kerugian harta benda dari kebakaran hebat itu tidak terlalu banyak.

Dari pertanyaan di atas, kamu bisa mulai menulis dengan menceritakan dua keluarga yang kehilangan rumah mereka. Kamu menggunakan kutipan di awal cerita dari seorang anggota keluarga yang mengucapkan syukur bahwa semua orang selamat, dan menjelaskan kerugian hartanya.

Mungkin saja, kamu membuang informasi mengenai jumlah dinas kebakaran yang memberi respons di kawasan pertokoan, tapi mungkin masih memerlukan kutipan dari kepala dinas pemadam kebakaran. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *