Observasi Jurnalistik itu Datang ke Lapangan dan Menggambarkan Keberaksian

OBSERVASI di lokasi adalah salah satu dasar bagi liputan yang baik. Kamu bisa menggambarkan dengan lebih akurat mengenai apa yang terjadi, apa yang kamu lihat sendiri itu. Untuk menggambarkan dengan baik, kamu harus mengoptimalkan semua indera kamu.

Biasakan untuk melihat dengan seksama, mendengar dengan jelas, mencium, mencicipi dan merasakannya, sehingga orang lain yang membaca juga merasakan seperti yang kamu rasakan.

Read More

Untuk melakukan hal ini, gunakanlah selalu buku catatan, pena atau pensil. Di era teknologi sekarang, bisa juga dengan perekam audio dan kamera. Tapi ingat, alat elektronik sering gagal, sehingga fungsi buku catatan tetap penting.

Kalau kita melakukan observasi, maka buatlah catatan-catatan untuk ciri-cirinya, fakta-fakta (kalau nanti wawancara, ya pemikiran dan gagasannya), gambar diagram ruangan, lokasi, atau benda-benda yang saling berkaitan.

Namanya mengamati, berarti kamu tidak melakukan komunikasi dengan objek yang kamu amati. Memang, kamu menggunakan indera kamu untuk mengumpulkan informasi, tapi kamu tidak boleh menyatakan pendapat kamu mengenai apa yang kamu lihat. Kamu tidak boleh menebak-nebak, apalagi berasumsi.

Dengan sikap seperti ini, kamu menjaga diri agar pandangan kamu (apa yang kamu pikirkan), emosi kamu, tidak mencampuri atau masuk dalam ceritamu nanti. Kamu netral, independen.

Sekadar kamu tahu, kekuatan observasi ini bisa dipakai untuk setiap objek, setiap peristiwa, mulai dari kebakaran sampai keramaian sebuah pasar malam. Dan itu berarti, dibutuhkan buku catatan, atau catatan yang detail, agar tidak ada yang terlewatkan.

Kalau kamu ingin memvisualkan tempat kejadian, maka salah satu teknik terbaik, adalah menggambarkan keberaksian (show in action technique). Teknik ini umum dipergunakan dalam feature dengan penulisan deskriptif. (*)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *