Observasi Jurnalistik itu Menemukan Perbedaan Menemukan Nuansa

KALAU kamu benar-benar melakukan pengamatan atau observasi, sangat mungkin sekali, kamu melihat perbedaan, menemukan nuansa, mendapatkan kesan tertentu dari objek atau suasana yang kamu amati.

Kemampuan untuk mengingat, dan menangkap warna, mencatat ciri-ciri detail dan kutipan-kutipan, akan membantu kamu ketika harus menuliskan hasil dari observasi.

Read More

Contoh :
Suatu ketika, Ernest Hemingway (1899-1961), yang memulai karier menulisnya sebagai wartawan, diundang menghadiri konferensi pers oleh diktator Italia, Benito Mussolini.

Para wartawan diantar ke ruang kantor Mussolini. Mereka mendapatkan, diktator itu sedang asyik memperhatikan buku. Sementara wartawan lainnya berdiri menunggu, Hemingway berjingkat mendekati untuk melihat buku yang sedang dibaca sang diktator.

“Kamus Prancis-Inggris, yang dipegang terbalik,” demikian tulis Hemingway dalam ceritanya.

(Mussolini : Europe’s Prize Bluffer, dimuat di The Toronto Star tahun 1922).

Untuk memperoleh fokus, detail dari sebuah observasi, maka kamu harus jeli, dan tentu mengasah terus rasa ingin tahu kamu akan sesuatu hal. Ini yang menggerakkan kamu sehingga bisa mendapatkan hasil observasi yang maksimal.

Bila sudah menetapkan objek yang hendak menjadi fokus, maka bersikap jujurlah, sehingga kamu benar-benar hanya mencatat ciri-ciri, fakta yang memang kamu lihat, yang memang kamu amati.

Sebaiknya, untuk tidak memberikan data atau informasi fiktif, apalagi palsu, karena pasti akan diketahui di kemudian hari. Kamu juga harus sabar jika ingin mendapatkan gambaran yang detail mengenai objek yang kamu amati.

Porsi kesabaran itu tentu berbeda, antara mengamati objek bergerak dan tidak bergerak, antara objek mati dan objek hidup.

Dengan kesabaran, saya yakin, kamu bisa menemukan sesuatu yang paling mengesankan dari objek itu (clear dominant impression), sesuatu yang menarik. Inilah mengapa dalam satu objek yang diamati banyak orang, setiap orang pasti punya ‘kesan’ sendiri-sendiri.

Contohnya, seperti kisah Hemingway di atas. (*)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *