Setiap Jurnalis Punya Sudut Pandang Berbeda dalam Satu Kejadian yang Sama

KITA sudah belajar menemukan fokus pada bagian pertama tulisan ini. Nah, dalam setiap kejadian, fokus atau sudut pandang (angle) yang kamu ceritakan (beritakan) mungkin tidak hanya satu. Bisa saja ada dua fokus atau lebih, tergantung bagaimana cara kamu melihatnya.

Ingat pernyataan, kamu beramai-ramai nonton film dengan judul yang sama di sebuah bioskop. Pulangnya, pasti setiap orang punya kesan yang berbeda. Mungkin tentang pemeran utamanya, peran pembantunya, setting filmnya, musik yang bagus dll.

Read More

Ingat juga pelajaran : satu kelompok satu sumber berita (waktu wawancara atau observasi), karena setiap orang punya cara bercerita sendiri, boleh punya fokus sendiri dari objek yang diamati, atau orang yang diwawancarai itu.

Kamu dapat menggunakan fakta yang sama, data yang sama, pertanyaan dan jawaban yang sama, tapi saat menuliskan cerita (berita), bisa saja berbeda dengan teman yang lain. Dalam kasus kebakaran hebat, kamu dapat menggunakan lima pertanyaan itu dengan fokus berbeda.

*Apa beritanya?
Bisnis di kota kami lolos dari kehancuran akibat sebuah kebakaran gedung yang menghancurkan dua rumah lainnya di bukit sebelah timur kota.

*Bagaimana kisahnya?
Para pemilik usaha bersyukur, usaha mereka selamat ini.

*Apa gambarnya?
Seorang pemilik usaha bersalaman dengan petugas kebakaran di luar tokonya.

*Bagaimana saya dapat menyatakannya dalam enam kata?
Kebakaran tidak bisa menghentikan bisnis.

*Lalu?
Dampak ekonomi dari kebakaran itu terbatas.

Dengan informasi ini, kamu mungkin akan mengawali tulisan dengan menceritakan kelegaan para pemilik usaha, dan menggunakan kutipan di awal berita dari seorang pengusaha yang tokonya selamat.

Baik fokus pertama (di bagian pertama tulisan ini), dan fokus yang sekarang, keduanya memasukkan data yang sama, yakni : dua buah rumah hancur sedangkan kawasan pertokoan tidak terpengaruh. Hanya, penekanannya berbeda.

Mengetahui apa yang harus ditekankan sebelum memulai menulis akan membantu kamu memutuskan fakta dan kutipan apa saja yang akan dimasukkan dan yang harus dibuang.

Setelah punya fokus itu, kamu tinggal menyusun cerita itu, misalnya informasi apa yang harus ditaruh di mana. Kamu bisa memulai dengan mendaftar fakta-faktanya dan memutuskan apa yang akan ada di paling atas, di paling akhir, dan di tengah-tengah.

Pilihlah kutipan (ucapan) terbaik dari hasil wawancaramu, dan putuskan di mana hendak kamu taruh kutipan itu. Kalau kamu merasa bingung, buatlah garis besar di atas kertas yang dapat dipakai sebagai panduan atau peta terhadap apa yang ingin kamu ceritakan. (*)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *