Sekali Bisa Menulis Kamu Bisa Menulis Apa Saja

TIDAK ada satu proses penulisan yang bisa cocok untuk setiap orang. Kamu boleh mengembangkan metode kamu sendiri. Menulis berita (cerita) bagaikan orang belajar berenang atau sepeda.

Sekali kamu memelajari dasarnya, lalu latihan, dan bisa, maka selanjutnya kamu tidak akan kesulitan.

Menulis itu bukan sekadar mengetik, writing is not typing. Menulis itu menggunakan semua daya pikiran dan perasaan kamu. Semua gagasan, data yang dikumpulkan, kamu tumpahkan dalam suatu konsep (draft).

Konsep ini belum layak berita.

Lalu? Ya, kamu masih harus memperbaiki, menyunting, dan kalau perlu menambah serta menulis ulang (rewrite) agar lebih akurta dan menjadi jelas bagi orang lain (pembaca).

Untuk pekerjaan mengedit (menyunting) inilah diperlukan pemikiran – you write with your hearth, you edit with your brain.

Pada prinsipnya, seperti saya tekankan sejak awal, sebelum menulis cerita, kamu harus menentukan fokusnya dulu.

Fokus ini merupakan intisari dari cerita yang hendak kamu tulis. Fokus cerita memudahkan kamu membangun struktur cerita secara keseluruhan.

Saya masih melihat, banyak dari kamu yang kesulitan memulai menulis. Tidak apa, kita memang sedang belajar untuk dapat menulis. Yang penting, sekali lagi, menulis itu seperti belajar berenang, kalau hanya teori renang saja tanpa terjun ke kolam renang, ya tidak akan pernah bisa.

Kembali ke fokus, sebuah cerita harus punya satu gagasan utama yang menjadi sentral. Coba tuangkan setiap gagasan utama itu dalam satu kalimat.

Menurut Carole Rich dalam bukunya Writing and Reporting News, kalimat itu tidak lebih dari 25 kata. Ini hanya pegangan, bukan keharusan.

Tulisan cerita sebaiknya ringkas, jelas dan akurat. Ringkas artinya, berisi kalimat dan paragraf yang lebih pendek dibandingkan hampir segala tulisan lain. Hindari kalimat-kalimat yang rumit, yang menyusahkan dirimu dan orang lain.

Jelas berarti langsung pada intinya, menggunakan bahasa sederhana dan mudah dipahami. Lebih banyak menggunakan kata benda dan kata kerja daripada kata sifat dan kata keterangan.

Sedangkan akurat, artinya menggunakan hal-hal dasar dengan benar : tata, bahasa, ejaan, tanda baca, tanggal, alamat, jumlah, dan segala macam rincian yang dipakai dalam ceritamu.

Salah menyebut nama dan umur seseorang adalah jenis kesalahan yang bisa mengikis kredibilitasmu. Cerita yang akurat juga menceritakan sebuah kisah yang lengkap, bukan hanya dari satu sisi saja.

Untuk menggambarkan ringkas, jelas dan akurat, ada motto Kiss (keep it short and simple) and tell. Menulislah untuk orang lain seperti kamu menginginkan orang lain menulis buat kamu.

Pilih kalimat pendek dan tepat, dan berceritalah, Ini untuk membedakan dengan laporan yang birokratik, yang menggunakan bahas formal. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *