Wawancara itu Harus Fokus pada Masalah Khusus

WAWANCARA yang terampil adalah dasar bagi semua liputan dan penulisan yang baik. Merancang wawancara tidak selalu. Orang mungkin tidak mau berbicara dengan kita, terutama jika menyangkut hal-hal yang kontroversial atau sensitif.

Wawancara selalu melibatkan pihak lain, yang disebut sumber (berita). Wawancara yang baik adalah pertemuan tatap muka, bertemu langsung. Sebab, wawancara melibatkan interaksi verbal antara dua orang atau lebih. Biasanya diprakarsai untuk suatu maksud khusus.

Umumnya, wawancara juga difokuskan pada suatu masalah khusus. Inilah yang membedakan dari percakapan antarteman. Pewawancara harus berusaha menjaga agar sumber berita tidak beralih dari masalah yang dibicarakan (fokus).

Dengan fokus, wawancara menjadi cara mengumpulkan informasi, pandangan, kutipan, dan pengalaman yang dibagikan oleh sumber berita dalam sebuah percakapan. Yang membedakan dengan percakapan biasa, karena kamulah yang menentukan arah pertanyaannya.

Bagaimana kamu mampu menentukan arah itu? Salah satunya, karena kamu sudah mempersiapkan diri dengan pertanyaan-pertanyaan panduan, sebelum wawancara dilakukan.

Selama wawancara, selain memperoleh informasi yang kamu butuhkan, kamu dapat mengobservasi (melihat) ekspresi, gerakan, bahasa tubuh, pakaian, suasana lingkungan di sekitar lokasi wawancara.

Kamu dapat melihat mata orang. Mata itu mampu bercerita banyak ketika kamu mengajukan pertanyaan. Apakah orang itu bergairah, apakah orang itu gelisah, tenang, atau barangkali merasa terjebak, dan berbohong.

Semua itu membantu kamu membentuk pertanyaan atau arah dari pertanyaan selanjutnya. Hanya saja, perlu digarisbawahi, kamu menjadi penentu arah, bukan berarti kamu lebih dominan dalam wawancara.

Bukan kamu yang lebih banyak bicara. Justru kebalikannya, kamu harus bisa menjadi ‘pendengar yang baik’.

Pertanyaan juga bukan pertanyaan pribadi kamu, tapi pertanyaan yang sangat mungkin orang lain (pembaca) butuhkan. Maka, sebelum melakukan wawancara, cek daftar pertanyaan kamu, apakah sudah berorientasi kepada audiens atau belum? (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *