Cara Mengawali Penulisan dengan yang Disebut Lead

KUNCI untuk mengorganisasi sebuah cerita hanya ada tiga : Lead (awal), ada pertengahan (tubuh/body) cerita, dan ada penutup (ending).

Lead adalah kalimat atau paragraf yang mengajak atau mengusik pembaca agar mau melanjutkan membaca. Isinya satu atau beberapa fakta mendasar mengenai : siapa, apa, kapan, di mana, mengapa, bagaimana, (lalu apa).

Dasar ini dikenal sebagai 5W + 1H, seperti yang diperkenalkan oleh Rudyard Kipling, wartawan muda asal Inggris pada tahun 1890-an di India. Katanya,”I keep six honest serving man, they taught me all I knew. Their names are What and Why, and When and Where, and How and Who.”

Saat ini, ada yang suka menambahkan dengan pertanyaan ‘So What” (lalu apa), karena ingin menyelidiki kedalaman implikasi dari suatu peristiwa atau situasi.

Alasannya, banyak peristiwa yang tidak berdiri sendiri. Mereka berhubungan dengan perkembangan dan isu yang menjadi perhatian utama di masyarakat.

Bagian tengah atau tubuh berita berisi fakta atau kutipan yang mendukung lead, termasuk menyebutkan (atribusi) dari sumber informasi.

Atribusi yang dimaksud pernyataan-pernyataan dan identitas si sumber informasi (berita).

Sedangkan penutup (ending), umumnya berisi kutipan sumber utama yang menyimpulkan isu secara keseluruhan, penjelasan mengenai tindakan selanjutnya atau fakta tambahan lain.

Dalam praktiknya nanti, saat penulisan Why dan How, kadang kala, keduanya dapat saling mengisi. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *