Piramida Terbalik Menjadi Kemasan Berita Keras

SEMUA cerita punya struktur seperti halnya setiap orang punya tulang punggu. Tanpa struktur, sebuah cerita hanya akan berupa kumpulan fakta tak beraturan dan tidak ada yang menyatukannya. Struktur sangat penting bagi cerita agar bisa dipahami dan bermakna.

Banyak cerita (berita) –ditulis dengan 5W + 1H, dimulai dengan informasi yang layak berita (newsworthy), mengikuti sebuah struktur cerita tradisional yang dikembangkan lebih dari 100 tahun yang lalu.

Piramida terbalik meletakkan informasi yang paling penting di puncak, diikuti oleh informasi lain yang tingkat pentingnya semakin menurun. Bentuk ini berguna manakala kecepatan waktu merupakan pertimbangannya. Biasanya untuk Berita Keras (Hard News/Straight News)

Kalau kamu menjadi orang pertama yang melaporkan sebuah perkembangan penting, kamu pasti ingin menceritakan kepada orang lain, apa yang sudah terjadi lebih dulu.

Sebuah laporan mengenai badai dahsyat misalnya, kemungkinan besar akan dimulai dengan jumlah korban tewas dan lokasi yang terlanda paling parah.

Sedikitnya 36 orang tewas saat badai besar memorakporandakan perkampungan nelayan di pesisir Pantai Pasir Putih, Probolinggo, Minggu malam.

Dalam struktur piramida terbalik, informasi yang mengikuti lead mengembangkan poin yang ada dalam lead. Untuk peristiwa badai itu, mungkin saja digambarkan lokasi paling parah, kemudian menyertakan kutipan dari saksi mata, atau korban yang selamat atau petugas penolong darurat.

Sedikitnya 36 orang tewas saat badai besar memorakporandakan perkampungan nelayan di pesisir Pantai Pasir Putih, Probolinggo, Minggu malam. (Bisa ditambah tanggal biar lebih akurat)

Kerusakan paling parah dialami warga yang tinggal di kawasan yang dekat dengan pantai. Setidaknya, ada lima rumah yang rata dengan tanah ketika badai itu menyapu daerah itu.

“Badai itu bergerak cepat, memutar, dan tiba-tiba rumah kami sudah tidak berbentuk lagi,” kata Cak Gondo, salah satu pemilik rumah yang selamat.

Seperti contoh di atas, paragraf pendukung menguraikan topiknya, mengisi dengan rincian dan menyediakan asal muasal badai itu. Setelah itu, bisa saja, kamu mengisi dengan informasi sekunder yang semakin memperkaya cerita tentang badai ini.

Hanya saja, dengan struktur piramida terbalik, kamu dapat memangkas ujung cerita (kalimat-kalimat paling bawah) untuk menghemat ruang dan waktu tanpa khawatir menghilangkan informasi utamanya. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *