Ketika Fallaci Lempar Mikrofon ke Muka Muhammad Ali

ROBERT Siegel, yang bekerja pada Radio Publik Nasioanl di Washington, berkisah tentang wawancara yang dilakukannya dengan seorang diplomat Turki setelah Paus Yohanes Paulus II terluka ditembak oleh seorang warga Turki di Roma.

Pertanyaan pertamanya,”Apakah Anda tahu seluk beluk orang ini, Mehmet Ali Agca, di mana dia tinggal, apa yang dilakukannya di sana, visa jenis apa yang diberikan Italia kepadanya?”

Semua itu dijawab oleh diplomat Turki dengan satu kata “Tidak”.

Setelah mencoba lagi beberapa kali, Siegel berhenti sejenak. Ia sudah hampir menyerah. Tapi, diplomat itu mengisi keheningan dengan kata-kata berikut ….”kecuali bahwa ia adalah narapidana pembunuh yang paling tersohor di Turki, yang berhasil lolos dari penjara besar kami.”

Siegel mengatakan, ia hampir saja kehilangan sebuah berita besar dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang terlalu dangkal. Ia mengakui, bahwa sebuah cara lain yang lebih baik untuk memulai wawancara mungkin adalah dengan mengatakan,”Mohon jelaskan ihwal orang ini.”

Ketika pertanyaan pembuka sudah jalan, pertanyaan-pertanyaan keras boleh diajukan. Harus diakui, tidak semua dapat melakukannya dengan baik. Ada yang hanya berani menulis keras jika mereka sendirian di depan komputernya.

Beranikah kamu mengatakan pertanyaan keras seperti ini. “Tuan, karena Anda seorang diktator, kita semua tahu bahwa Anda korup. Berapa besar Anda korup?”

Hal itu dibuktikan oleh Oriana Fallaci, wartawan Italia, yang pernah diceritakan di bagian lain di blog ini. Para kepala pemerintahan, raja-raja, dan para pemimpin gerilya, terbuka pada Fallaci.

Salah satu alasan untuk ini, adalah anggapan bahwa publik berhak untuk mendapat jawaban dari hal yang ingin mereka ketahui dan keengganannya untuk disepelekan orang.

Selain itu, Fallaci dikenal berani kepada sumber berita yang bersikap tidak elegan dan tak menghargai profesinya. Saat juara tinju kelas berat Muhammad Ali membentak-bentak dalam menjawab pertanyaan, Orianna Fallaci melempar mikrofon tape recordernya ke muka sang juara itu. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *