Ini Rekomendasi untuk Sebuah Wawancara Jurnalistik

KAMU bisa saja melakukan wawancara tanpa tatap muka. Misalnya, dengan lewat telepon, atau secara online melalui email, atau instant messaging (pengiriman pesan langsung). Masing-masing punya kelebihan dan kekurangannya.

Dalam wawancara tatap muka, kamu bisa memperoleh pemahaman yang lebih lengkap mengenai orang itu. Foto-foto apa saja yang dipajang di dinding? Apakah mejanya rapi atau berantakan? Buku apa saja yang ada di rak?

Read More

Menemui orang itu secara langsung juga memberi kamu kemampuan untuk menilai kredibilitas sumber berita berdasarkan tingkah lakunya. Apakah ia tampak gugup atau nyaman? Apakah ia mau menatap mata kamu?

Christopher Scanlan, direktur lokakarya penulisan pada lembaga Poynter, sebuah sekolah jurnalistik di Amerika, berkisah tentang wanita yang baru kehilangan suaminya akibat kanker.

Wanita itu membawa Scanlan berkeliling rumah dan di kamar tidur, ia berkata,”Anda tahu, setiap malam, saya menaruh sedikit minyak wangi (suami saya), di atas bantal, supaya bisa percaya bahwa ia masih ada bersama saya.”

Ini adalah rincian yang dapat dicium dan dirasakan oleh pembaca, yang tidak akan pernah diperoleh Scanlan melalui wawancara lewat telepon atau melalui komputer.

Harus diakui, kadang kita merasa lebih nyaman menulis catatan tanpa perlu repot untuk menjaga kontak dengan sumber berita. Bahkan, bisa langsung menulis di komputer. Jadilah, wawancara dengan telepon.

Wawancara lewat email berguna untuk menghubungi orang-orang di tempat yang jauh, tapi kamu tidak bisa mendengar apa yang mereka ucapkan dan menanggapinya saat itu juga. Pengiriman pesan langsung lewat internet lebih mirip wawancara melalui telepon.

Namun, kedua metode online ini menimbulkan keraguan : apakah orang di seberang sana benar-benar orang yang mengirim jawaban tersebut.

Harian Virginian-Pilot di Norfolk, Virginia, menetapkan sebuah kebijakan untuk liputan online. “Kalau kita mengutip dari komunikasi elektronik, kita harus memastikan bahwa komunikasi itu murni karena orang mudah sekali merekayasa alamat pengirim atau membuka komputer dengan nama orang lain. Internet tak bisa diatur seperti halnya layanan kantor berita (Reuters, AP, AFP).”

Jika kamu menggunakan email atau bentuk-bentuk lain komunikasi online, hendaknya selalu mengidentifikasi diri kamu, dan menyebutkan informasi apa yang kamu cari dan alasannya. Kamu perlu keterampilan untuk mengecek informasi atau fakta yang diberikan. (*)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *