Mengurai Sistem Order Kustomer di Gojek Indonesia

SEBENARNYA Gojek Indonesia sudah punya sistem yang bagus dalam pembagian order ke setiap drivernya sejak akhir 2018 hingga akhir 2019. Namanya sistem Jaeger atau ranking akun driver. Jadi, driver yang rajin lebih diprioritaskan masuk order dibandingkan driver yang malas.

Keunggulan sistem Jaeger ini, kustomer bisa “dijodohkan” dengan driver yang pas. Misalnya, kustomer order goride jarak 6 km, order itu bakal masuk ke driver yang history akunnya sering mengambil order goride jarak 6 km.

Jadi, tidak heran, kalau kustomer mengorder tapi yang diperoleh bukan driver terdekat. Menurut saya, bagi para driver, supaya menjadi akun prioritas itu sebenernya cuma butuh rajin dan sabar.

– Keluar pagi-pagi
– Ambil saja dulu setiap order yang masuk
– Sebaiknya tidak cancel kecuali order fiktif
– Lakukan hal itu secara konsisten 1-2 minggu
– Minggu ketiganya, bisa menjadi akun prioritas

Intinya mah harus capek dan sabar dulu. Sayangnya, beberapa bulan terakhir sistem itu mulai berubah. Selain tingkat performa driver yang utama dilihat, Gojek Indonesia mempertimbangkan faktor jumlah trip dan jarak order.

Sepertinya sistem berubah lagi. Akun under 4 km dibikin lama masuk ordernya. Sedikit saran, biar tetep gacor, silakan memperbanyak jumlah trip, memperbanyak history ambil order lebih dari 4 km, memperluas area ngebid, dan kalau di lampu merah ada yang minta sumbangan, masukin goceng/cebanan.

Penyebab orderan gojek gak ngeblast lagi, kemungkinan Driver A : akun ride under 4 km, Driver B : akun ride under 6 km, atau Driver C : akun food/send/dan lainnya. Ada kustomer order goride 5 km. Dulu, kalo Driver B menolak, order itu bisa masuk ke Driver A atu C.

Sekarang, order itu masuk dan muter-muter saja di Driver B. Nah, perubahan sistem terakhir kemaren yang paling ramai di kalangan driver ojol. Akun-akun anyep protes karena merasa orderan diberikan semua kepada akun prioritas.

Sampai pada bikin gerakan Bintang 1 di aplikasi gojek driver di Playstore. Mereka ini sukses bikin jeblok rating aplikasinya. Akhirnya, Gojek Indonesia, mulai menuruti maunya mereka. Sistem order sekarang berubah ke pemerataan order. Driver-driver di daerah merasa kebagian 1 order setiap 1 jam.

Di Jakarta, belum separah itu, cuma akun prioritas dibikin delay orderannya. Dari yang tadinya kerja 6-8 jam, kini jadi belasan jam. Lucunya, dengan sistem pemerataan order sekarang berlaku, gantian akun prioritas yang protes dan kasih bintang 1. Akun anyep pada balik kasih bintang 5.

Yuk, kita contoh akun prioritas goride. Kenapa? Karena konsisten rajin keluar pagi, performa selalu bagus, tidak pernah cancel kecuali fiktif, dan bisa tupo 6-8 jam kerja. Sekarang harus kerja 12 jam-an. Capek nunggu ordernya.

Akun saya pribadi di sistem pemerataan order sekarang aneh banget. Satu jam bisa dikasih empat order cepet. Sejam kemudian benar-benar dibikin anyep. Pernah, kerja 6 jam baru dapet 11, biasanya sudah dapet 20-an order.

Driver A
– Kerja full time
– Jumlah trip banyak
– Performa selalu bagus
– Tidak pernah cancel kecuali fiktif

Driver B
– suka milih-milih order
– Jumlah trip sedikit
– Sering cancel
– Waktu ngebid seenaknya

Menurut saya, masa pembagian order keduanya disamaratakan? Bukan gini namanya adil. Ini barangkali solusi buat @gojekindonesia.
:
1. Sistem ranking akun itu harus tetap ada. Pekerja yg rajin dapet reward, pekerja malas dapet punishment.
2. Akun prioritas yang sudah tupo, dibikin jeda masuk ordernya.
3. Orderan sisanya diberikan kepada akun anyep, biar mereka bisa membuat bagus akunnya.

Yang saya khawatirkan kalau @gojekindonesia, tetap menggunakan sistem yang bikin drivernya kerja belasan jam di jalan itu, rawan terjadi kecelakaan, karena kecapekan, apalagi sekarang musim hujan. Saya yakin petinggi-petinggi Gojek Indonesia tidak mau hal itu terjadi.

Semoga pada STOP kasih Bintang 1 ke aplikasi gojek driver di Playstore, mulai kasih bintang 5 lagi. Bagaimanapun @gojekindonesia telam mampu memberi penghidpan banyak orang. Masih ada kekurangan, tapi solusi bisa dicari bareng-bareng.

Saya sudah empat tahun kerja menjadi driver, saya cinta banget kerja di gojek. Sudah kasih kerjaan yang layak buat saya, dan tidak mau kala aplikasi di Playstore bermasalah. Saya menulis ini sebagai salah satu bukti cinta Gojek Indonesi.

Please, jangan bikin saya dan teman-teman kecapekan kerja belasan jam lagi ya.

Sumber : mz ojol (@ryan_nus)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *