Beri Diskon Tiket Pesawat dan Turunkan Pajak Hotel Restoran

APBN menjadi senjata Pemerintah Indonesia melawan dampak virus Corona. Salah satu caranya, dibantu stimulus kebijakan moneter. Pemerintah langsung mengambil langkah untuk menjaga daya beli masyarakat dan momentum pertumbuhan.

Sektor pariwisata jadi fokus Pemerintah. Sektor ini adalah salah satu yang paling terdampak. Travel warning yang berlaku sejak 5 Februari 2020, sudah menurunkan 2,1 juta jumlah wisatawan dari Tiongkok.

Kalau dihitung menggunakan data ASPA (Average Spending per Arrival) 2018, totalnya mencapai USD 2,635 miliar devisa yang bisa hilang! Wow!

Karena itu, Pemerintah Indonesia menyiapkan sejumlah insentif buat sektor pariwisata. Ada tiga poin utama yakni :
1. Insentif untuk tarik turis mancanegara
2. Insentif untuk wisatawan domestik
3. Dukungan lewat TKDD

Untuk menarik wisatawan mancanegara, Pemerintah Indonesia menyiapkan insentif untuk maskapai (airlines) dan travel agents. Besaran insentif untuk airlines dan travel agents bervariasi, antara USD 13 hingga USD 50. Tergantung dari mana negara asalnya.

Tenang, wisatawan domestik juga kebagian insentif kok. Ini yang pasti ditunggu-tunggu. Apa itu? Yap. Tiket murah! Pemerintah bakal memberikan diskon tiket penerbangan domestik sampai 30% untuk 3 bulan (Maret-Mei 2020) di 10 destinasi.

Tidak hanya itu. Pajak Hotel dan Pajak Restoran juga turun jadi 0% selama 6 bulan mendatang! Wow! Penurunan pajak ini akan dikompensasi melalui mekanisme hibah daerah.

Catatan admin recehnews, diskon tiket pesawat untuk destinasi wisata dalam negeri seperti Batam, Denpasar, Yogyakarta, Labuan Bajo, Lombok, Malang, Manado, Silangit, Tanjung Pandan, dan Tanjung Pinang.

Diskon berlaku mulai 1 Maret 2020. Besarannya, mencapai 50 persen, yaitu 30 persen dari pemerintah dan 20 persen dari perusahaan airlines. Kuota diskon 25 persen seat dari total kapasitas pesawat terbang.

Mantap kan? Jelajah wisata Indonesia jadi lebih hemat! Eh, tapi kalau insentifnya hanya untuk wisata aja, enggak bisa dinikmati semua masyarakat dong. Gimana untuk masyarakat Indonesia yang masih miskin?

Jangankan liburan, makan aja masih susah. Tenang, Pemerintah juga sudah siapkan insentif. Ada penambahan manfaat Kartu Sembako dan bantuan tambahan subsidi bunga perumahan.

Selain itu, Pemerintah Indonesia mendorong implementasi Kartu Pra Kerja dan mempercepat belanja negara secara optimal. Untuk penerima manfaat Kartu Sembako, selama 6 bulan mulai Maret 2020 akan dapat tambahan Rp 50.000 per KPM.

Jadi, 6 bulan ke depan, setidaknya, 15,2 juta penerima manfaat Kartu Sembako akan menerima Rp 200.000 per bulannya. Terakhir, stimulus untuk pembiayaan perumahan. Selain buat dorong pertumbuhan ekonomi, stimulus ini juga dimanfaatkan buat kurangi backlog perumahan dan dukung program 1 juta rumah.

Nah, lengkap banget kan! Semua upaya ini dilakukan Pemerintah buat menjaga ekonomi Indonesia.

Sumber : #UangKita (@KemenkeuRI)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *