Gairahkan Pasar Properti Pakuwon Gelar Expo Lima Hari

PASAR boleh stagnan tapi pengembang Pakuwon Group tetap aktif menggeber kegiatan untuk mendorong peningkatan penjualan di Triwulan I/2020. Salah satunya menggeber Pakuwon Expo dengan tema Gebyar KPR All Free Pakuwon Group.

Direktur Marketing Pakuwon Group, Sutandi Purnomosidi mengatakan, expo ini sebagai cara menggenjot penjualan di semester I. Manajemen menggandeng perbankan seperti BCA, Mandiri, CIMB Niaga, Danamon, dan OCBC NISP.

Momentum adanya promo suku bunga KPR ini ditargetkan juga menjadi momen bagi konsumen memiliki hunian. Apalagi selama Expo, selain suku bunga yang ditawarkan bank mulai 4,59 persen, juga ada cashback Rp 300 juta, free biaya KPR, dan free BPHTB.

“Seharusnya ini jadi awal bangkitnya properti setelah tahun kemarin sempat menjadi rekor terjelek,” ujar Sutandi, Rabu (11/3/2020).

Gebyar KPR All Free Pakuwon Group tersebut digelar di Pakuwon Mall Surabaya mulai 11 hingga 15 Maret 2020. Selama gelaran tersebut, Pakuwon menargetkan penjualan sebesar Rp 200 miliar.

General Manager Finance Pakuwon, Fenny Loisa, mengatakan Pakuwon Group memproyeksikan penjualan tahun ini bisa mencapai Rp1,7 triliun atau naik 13 persen dibandingkan realisasi 2019.

Pada 2019, perusahaan membukukan penjualan sebesar Rp 1,5 triliun meski kondisi pasar properti cukup berat dan banyak tantangan. Tahun ini, tetap pasang target yang optimistis Rp 1,7 triliun.

Beberapa pertimbangannya seperti banyaknya kemudahan pembayaran KPR/KPA dari pihak perbankan, relaksasi suku bunga dari Bank Indonesia. “Ini cukup memicu pergerakan pasar properti,” ungkap Fenny.

Beberapa tahun terakhir ini tren pembeli rumah/apartemen di Pakuwon banyak menggunakan sistem KPR/KPA sekitar 85 persen dibandingkan in-house karena ada relaksasi.

Dengan kondisi ekonomi seperti sekarang, tren pembeli properti juga lebih banyak adalah end user dibandingkan investor. Seperti beberapa waktu ulang, Pakuwon merilis proyek rumah dengan harga Rp 900 juta hingga Rp 1,2 miliar yang langsung habis.

Menurut Fenny, total penjualan tahun lalu disokong oleh proyek landed house sebesar 25 persen dan sebanyak 75 persen merupakan proyek high rise seperti apartemen.

“Kemungkinam tahun ini bisa bergeser komposisinya. Landed house bisa menjadi 30 persen kontribusinya karena kami ada proyek baru perumahan di Bekasi, dan masih ada pengembangan-pengembangan landed house di Grand Pakuwon Surabaya Barat dan Pakuwon City di Surabaya Timur,” jelasnya.

Sedangkan kontribusi high rise nanti jadi 70 persen yang akan disokong oleh proyek baru seperti LaViz Mansion di atas Pakuwon Mall, One Icon Residence dan Pakuwon Tower di superblok Tunjungan Plaza. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *