Semen Dynamix Isi Pasar Ritel Jawa Timur

PT Solusi Bangun Indonesia (SBI), produsen Semen Dynamix (sebelumnya Holcim) mengincar pasar ritel di Jawa Timur. Perusahaan siap bersaing dengan produk buatan PT Semen Indonesia yang menguasai pasar. Market share Semen Indonesia di Jawa Timur sangat dominan, yakni di angka 72 persen sedangkan PT SBI hanya berada di angka 13 persen.

“Target kami lebih banyak ke ritel. Kebanyakan semen serbaguna untuk perumahan dan sebagainya,” ujar Lilik Unggul Raharjo, Direktur Manufacturing SBI di FaveHotel Sidoarjo, Kamis (31/10/2019) malam.

Pasar properti sedang kurang bergairah tapi di Jawa Timur, pertumbuhan diyakini tetap bagus. Dan merata di berbagai area. Infrastruktur yang terbangun seperti tol dan sebagainya itu berdampak pada sektor properti. Madiun, Mojokerto, Jombang, Probolinggo, dan sebagainya.

Manajemen yakin bisa terus tumbuh kendati hanya bermain di ritel dan tidak menyasar proyek-proyek besar. Di Jawa Timur, SBI punya 21 ritel distributor aktif yang melayani hampir 4.000 toko bangunan. Pasarnya bukan hanya Surabaya dan Sidoarjo.

Bagaimana dengan pasar Holcim? Giri Prabowo, Sales Group Head PT SBI, secara otomatis berpindah ke Dynamix. Secara kualitas, komitmen, dan sebagainya, diyakinkan tetap sama. “Ini hanya soal waktu saja, tentang pergantian nama. Kami terus sosialisasi,” sebutnya.

Tren kinerja positif SBI terus berlanjut terdorong oleh program-program efisiensi dan sinergi yang terus dilakukan bersama Semen Indonesia. Sinergi dengan Semen Indonesia mendorong kenaikan pendapatan 2,23 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2018.

EBITDA meningkat 68,82 persen dibanding periode yang sama tahun 2018, dan laba sebelum bunga dan pajak penghasilan tercatat positif serta meningkat signifikan dibandingkan periode yang sama tahun 2018.

Sejak bergabung dengan Semen Indonesia pada bulan Februari 2019, meskipun pasar masih mengalami tekanan karena kelebihan pasokan, SBI terus memperbaiki kinerja keuangan dengan memperkecil kerugian secara bertahap, hingga akhir September 2019 kembali mencatatkan laba.

Sesuai data Asosiasi Semen Indonesia (ASI), konsumsi semen nasional hingga kuartal III/2019 mengalami perlambatan -2 persen menjadi 48,7 juta ton. Meskipun demikian, potensi peningkatan kebutuhan pasar terlihat pada segmen semen kantong khususnya di Jawa Barat, Yogyakarta, Sulawesi dan wilayah Timur Indonesia. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *