Konsumen Eks Sipoa Terima Rumah Tapak setelah Ikut Program Transfer Unit

PENGEMBANG perumahan banyak yang membidik konsumen eks Sipoa yang ingin mengikuti program transfer unit. Selain Amega yang menawarkan Apartemen Amega Crown Residence, ada PT Anugrah Karya Perkasa Abadi dengan rumah tapak lewat The Orchid.

“Kami gandeng agen properti dengan menyediakan 108 unit rumah tapak The Orchid di Wonoayu, Sidoarjo,” ujar Budi Santoso, Direktur PT Anugrah Karya Perkasa Abadi di sela serah terima unit bagi konsumen eks Sipoa peserta program transfer unit, Sabtu (13/6/2020).

Pperumahan The Orchid sudah beroperasi sejak 2019. Total pengembangan tahap I ada 135 unit rumah tapak, satu tipe tapi ada dua pilihan ukuran yakni lebar 6 meter x panjang 15 meter, dan lebar 7,5 meter x 12 meter. Harga pasarannya mulai Rp 375 juta.

Onwer agen properti Victory, Rudi Julianto memberikan solusi kepada eks pembeli Sipoa untuk tetap mendapatkan produknya. Konsumen eks Sipoa yang uangnya sudah masuk ke sana, ditake over ke pengembang lain untuk mendapatkan unit properti.

Bisa dalam bentuk apartemen atau rumah tapak. Victory memberikan pilihan eks konsumen Sipoa untuk bisa mendapatkan unit di The Orchid. Untuk mendukung langkah itu, Victory menggandeng notaris untuk menarik dana atau uang muka yang sudah eks konsumen bayarkan ke Sipoa.

Dana itu menjadi uang muka untuk pembelian unit di The Orchid. Eka Suci Rusdianingrum SH MKn, notaris Sidoarjo menjelaskan, konsumen eks Sipoa tergabung dalam beberapa paguyuban.

“Masing-masing paguyuban dibuatkan akta jaminan fidusia dan akta perjanjian damai, diberikan jaminan sertifikat,” jelas Eka.

Sayangnya, jaminan itu belum laku sehingga ditawarkan transaksi dengan transfer unit. Didampingi anggota notarisnya, eks konsumen Sipoa wajib meminta permohonan di Sipoa, dengan membuat perjanjian damai secara perseorangan.

Dari situlah, Eka sebagai notaris membantu membuatkan akta sehingga dapat menjadi DP (Down Payment/uang muka) ke salah satu developer yang diminati dan bekerjasama. Akta itu sudah setara DP.

|Selanjutnya eks konsumen bisa melanjutkan pembelian dengan cara in house, KPR maupun tunai,” papar Eka.

Salah satu konsumen program transfer unit, Teguh Widodo, warga Sidoarjo, mengatakan, udah mengeluarkan uang Rp 260 juta untuk pembelian unit apartemen Sipoa dengan cara in house selama tiga tahun.

“Tapi barangnya tidak ada kejelasan. Hingga saya ditawari rumah tapak ini, karena barangnya sudah pasti ada, saya mau saja nambah lagi untuk dapat unit di The Orchid,” ungkapnya saat akad pembelian di Kantor Victory, kawasan Bratang Binangun, Surabaya.

Heru yang tergabung dalam paguyuban eks Sipoa Elizabeth, mengaku dirinya bersedia menambah uang karena unit sudah ready di Wonoayu. Dia tidak kehilangan uang secara sia-sia karena Sipoa. Tetap dapat unit meski menambah sesuai harga.

Selain Heru, konsumen lainnya yang akad beli rumah di The Orchid menggunakan DP dari eks Sipoa adalah Eveline. Dia sudah mengeluarkan uang untuk membeli Sipoa senilai Rp 410 juta untuk dua unit.

“Saya beli sebelum nikah, dengan harapan setelah nikah dapat tempat tinggal. Ternyata, setelah menikah, punya anak, Sipoa belum jelas. Sampai anak umur satu tahun ini baru dapat informasi tentang program transfer unit ini,” ungkapnya,

Dengan The Orchid, Eveline memperoleh dua unit rumah tapak. Sisanya akan dibayarkan secara on house selama lima bulan. (bu sri)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *