Ini Tiga Kunci Enteng Rezeki ala Mr Joss

ILMU rezeki ini jarang dipelajari dengan teliti tetapi banyak orang yang mencari-cari rezeki. Rezeki memang di masa sekarang pasti hubungannya dengan duit, dengan uang, dengan harta. Beberapa orang tabu dan malas membahas.

Alhasil rezekinya menjadi kandas. Mereka tidak salah, karena memang di bangku sekolah dan kuliah, jarang diulas. Betul apa betul? Kalau mau jadi pinter, memang harus belajar dari yang sudah pinter.

Kalau mau jadi kaya rezekinya, ya harusnya belajar sama yang sudah kaya raya rezekinya. Dan kita tahu sendiri, bagaimana kondisi dan keadaan guru atau dosen kita dahulu??? Hehehe… Bisa dijawab sendiri khan???

Nah, inilah pentingnya ilmu rezeki dari yang sudah ahli. Kita harus berusaha mencari orang kaya yang sholeh dan banyak rezeki. Dan mereka mau mengajari. Adakah mereka ini? Ada, kalau kita sungguh-sungguh mencari.

Orang tua saya bisa dibilang kurang. Sekolah dan kuliah saya saja dari beasiswa ke beasiswa. Saudara saya banyak, enam jumlahnya. Tinggal di kontrakan sempit di sebuah kampung padat di Surabaya.

Dengan orang tua miskin, tetangga-tetangga miskin, Pak RT-nya juga sama, sekolah dan pergaulannya juga, maka bagaimana mau kaya rezeki?

Ada sih dari buku. Saya rajin ke toko buku tiap hari Minggu pas libur sekolah dulu. Dan banyak cari tahu tentang solusi enteng rezeki. Namun itu bukan percepatan.

Bayangkan tahu ilmunya saja dari buku saya sudah terperangah, apalagi ketemu dengan orang-orangnya. Pasti WAH! Nah, setelah saya merantau dan hijrah dari kota pahlawan Surabaya ke ibukota Jakarta, saya menemukan banyak mentor (istilah guru) untuk menjadi orang kaya rezeki.

Bayangkan, saya punya empat keluarga angkat yang selalu mengasuh saya untuk punya mental kaya. Dan mereka semua kaya-kaya. Hal yang selama ini tidak saya dapati dari orang tua saya dan lingkungan saya dulunya.

Dan inilah percepatan saya berubah. Insyaallah dengan lebih sejahtera, orang tua dan keluarga lebih bahagia. Namun setelah saya memilih satu mentor khusus untuk kaya lewat jalan pengusaha dengan serius, maka hasilnya mulai berbuah bagus.

Ya, awalnya saya bekerja dengan beliau dan sekarang bisa berpartner bisnis malah. Alhamdulillah. Pentingnya mentor ini harus bisa diakses bahkan setiap hari.

Sederhananya begini, dulu saya alhamdulillah dikaruniai otak yang cerdas sehingga bisa sekolah dan kuliah full beasiswa. Saya coba rajin dan semangat belajar. Alhamdulillah pintar dan prestasi bersinar.

Nilai bagus dan akademik berjalan mulus dari SD, SMP, SMA, S1 bahkan S2.. Nah, apakah pintar menjamin langsung jadi kaya? Oh ternyata tidak. Kalau belajar ya pintar, tapi kalau mau kaya, ya harus usaha.

Salah satunya jadi pengusaha. Pintar dan kaya adalah dua hal yang berbeda. Nah, kalau kita serius usaha dengan menjadi pengusaha, insyaallah akan mudah kayanya, akan cepat kaya-nya. Enak atau enak banget?

Nah, kalau kita punya mentor khusus pengusaha yang bisa mengarahkan kita, ‘memarahi’ kita kalau salah, menunjuki jalan usahanya apa yang membuat kita kaya dan mentor tersebut sudah terbukti kaya, maka bersyukur sekalilah kita. Dan alhamdulillah saya punya.

Dulu sempat pas kuliah S2 saya nyambil usaha. Alhamdulillah ada aset mobil, kantor mungil sampai empat karyawan. Wow! Di usia masih belia 20-an tahun. Namun tanpa mentor, tanpa guru, tanpa ilmu di bisnis dan bidang usaha ini.

Alhamdulillah hanya dalam tempo setahun bangkrut, punya utang sampai puluhan juta, karyawan sempat gonta-ganti sampai akhirnya tinggal saya sendiri. Dan sampai mobil dibawa kembali. Hehehe…

Sedih ya kalau mengenang ini. Tapi ini pembelajaran penting buat saya. Saat saya menjadi Bos-nya, atasannya atasan, namun saya tidak punya tempat sandaran bertanya, yang membimbing saya harus bagaimana menghadapi kompleksitas dunia bisnis yang kadang membuat kita pesimistis, ya akhirnya gulung tikar juga dan bernasib tragis.

Beda cerita kalau kita berusaha mencari mentor atau guru yang lebih sukses dari kita, lebih kaya, lebih ‘wise’ atau bijaksana, yang suksesnya saja bisa sepuluh kali bahkan lebih dari kita.

Lalu kita bisa jadikan rujukan dan sandaran segala pertanyaan bisnis yang dikerjakan. Insyaallah ini akan meminimumkan kerugian dan kegagalan. Apalagi di bidang bisnis yang sama. Inilah yang namanya mentor.

Insyaallah bisa mengurangi bisnis ‘error’. Apalagi jika mereka sholeh, baik, tulus berbagi dan mau memberi ‘advise’ atau arahan dengan totalitas dan berkualitas. Adakah mereka itu?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *