Cara Membuat dan Merawat Aquascape

AQUASCAPE merupakan seni menciptakan pemandangan lansekap di dalam air. Meski sudah lama dikenal, kini kembali ngetren. Banyak pehobi baru bermunculan di masa pandemi Covid-19. Lonjakannya mencapai 200 persen.

“Lebih banyak sih dari anak muda, anak kuliahan. Mulai naik ya pas pandemi,” ungkap pemilik Evorest (@evorest.sub), Erryc Vendyarta, Minggu (20/9/2020).

Pada dasarnya, aquascape memanfaatkan keindahan tumbuhan air, batu, atau kayu untuk menciptakan keindahan. Tak lupa, menambahkan ikan kecil atau hewan air lain sebagai pelengkap untuk keseimbangan ekosistem.

Menurut alumnus Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) ini, konsep aquascape itu menata tanaman di dalam akuarium sementara ikan atau hewan hanya sebagai penyeimbang, supaya tidak kosong.

Ada berbagai spesies tanaman. Salah satunya yang paling banyak dijumpai yakni anubias. Tanaman ini memiliki ciri daun lebar, tebal, gelap, dengan berbagai bentuk dan ukuran.

“Kalau yang asli Indonesia ada bucephalandra. Sementara untuk detailnya, ditambahkan moss sejenis lumut yang dipelihara,” papar Erryc.

Untuk membuat aquascape, ada beberapa hal yang harus diperhatikan, di antaranya filter untuk sirkulasi air. Kalau media tanamnya bisa pakai pasir atau soil. Setelah itu baru merangkai tanamannya,” terangnya.

Yang tidak kalah penting, menambahkan CO2 atau karbondioksida dan lampu untuk berfotosintesis. Tanaman menghasilkan oksigen untuk hidup ikan. Karbondioksida diberi terus menerus selama lampunya menyala agar tanaman tetap hidup.

Perawatan aquascape gampang-gampang susah. Untuk perawatan air, dilakukan seminggu atau maksimal dua minggu sekali. Caranya dengan membuang setengah kapasitas air lalu diganti yang baru.

Di samping itu, teteskan beberapa mili pupuk cair setiap mengganti air untuk tanamannya. Biasanya perawatan agak sulit selama satu sampai dua bulan awal. Perawatannya harus ekstra. Nanti setelah itu akan normal karena airnya mulai cycling.

Untuk pemula biasanya mulai dengan aquascape, dengan panjang 30 cm atau istilahnya nano tank. “Untuk harganya, mulai Rp 1 juta sudah bisa dapat. Paling mahal, saya pernah sampai di Rp 60 juta untuk yang panjangnya 180 cm,” tandas Erryc. (ayu)

Puas Bisa Hidup dan Bertahan
MEMELIHARA ikan hias menjadi salah satu hal yang menyenangkan dan menghilangkan kebosanan seoleh terapi untuk diri sendiri (self healing).

Pemerhati aquascape, Poppy Firtatwentyna Nilasari menjelaskan, seni mengatur tata letak, baik tanaman air, batu dan kayu serta media lain secara alami sehingga tampak indah dalam sebuah akuarium, menjadi salah satu tren.

“Memelihara ikan di kolam sudah biasa. Begitu juga di akuarium. Perlu sentuhan yang lebih menarik lagi, yaitu aquascape ini,” kata Dosen Prodi Desain Interior di UK Petra Surabaya ini.

Menurut Poppy, upaya mempercantik sebuah ruangan itu membuat penghuni rumah menjadi lebih nyaman. Selain itu, ada pula rasa kepuasan sendiri apabila aquascape bisa hidup dan bertahan.

Aquascape diminati karena menjadi alternatif bagi semua orang yang suka dengan ikan hias untuk mempercantik rumah, ruang kerja, dan tempat-tempat lainnya. (zia)

Tip Aquascape Menarik
1. Bagian dasar menopang ekosistem. Gunakan pasir silika dengan ketebalan 2-3 cm. Buatlah cekungan untuk pupuk dan karbon aktif.
2. Tanam karbon aktif yang menyerap zat berbahaya yang ada pada air pada cekungan.
3. Susun sesuai keinginan. Jangan lupa unsur batu, kayu dan tanaman. Lalu, isi dengan 1/4 air dari permukaan secara perlahan agar susunannya tidak bergeser.
4. Cek tanaman lagi. Bila susunan sudah sesuai, beri pupuk, dan buang air sekitar 70 persen agar zat berbahaya terbuang.
5. Pasang alat pendukung, pompa, saringan, diffuser CO2, dan lampu hias. Nyalakan 8-10 jam setiap hari.
6. Masukan ikan setelah 2 minggu.
7. Rawat aquascape setiap 2 minggu sekali.

Sumber : Poppy Firtatwentyna Nilasari

Meldy Sudah Aplikasikan Berbagai Tema
MELDY Ayu Anggraini tak asing dengan aquascape. Hobi yang memang tak populer ini membuatnya tertantang karena membutuhkan unsur ketelitian dan kesenian.

Sejak pandemi, cewek 25 tahuni secara serius mulai menekuni aquascapee hingga memiliki koleksi 27 akuarium. “Saya tertantang dengan hobi ini, bagaimana mengatur agar jadi seperti keindahan alam,” terangnya.

Meldy telah mengaplikasikan beragam tema, dan yang tersulit adalah mendesain jam dinding yang belum pernah ada di kalangan pecinta aquascape. Dia menggunakan empat akuarium solitaire ukuran kecil sebagai pengganti angka 12, 3, 6, dan 9. Jamnya, pakai DIY.

Untuk mendesain satu akuarium menghabiskan waktu dua hingga lima hari tergantung ukuran dan kerumitan desain. Yang penting, ada niat, konsisten dan ulet. Tak jarang sejumlah temannya meminta konsultasi dengannya.

Biasanya, tentang teknik pencahayaan untuk aquascape, hingga jenis ikan yang cocok untuk aquascape. “Kadang mereka tanya dengan tema aquascape mereka, maka jenis ikan apa yang cocok, jenis batu yang bagaimana,” pungkas Meldy. (ovi)

Bikin Sendiri Ketimbang Beli
BERAWAL kesukaan melihat ikan sejak kecil, perempuan 19 tahun ini, tertarik menekuni Aquascape sejak pandemi Covid-19. Kecintaannya terhadap seni membuat dirinya tergerak berekspresi lewat instalasi wadah akuarium.

“Saya menyusun sendiri dari mulai batu, kayu dan pasir. Di akuarium, dapat tercipta keindahan alam dari dalam air,” kata Imro’atul Azizah, Minggu (20/9/2020).

Untuk memperindah ruang tamu rumah, dia akhirnya membuat sendiri ketimbang membeli. Sebelum mulai, Azizah menyiapkan bahan untuk membuat Aquascape seperti akuarium, pasir, batu, kayu dan induk tumbuhan.

Berbekal peralatan seperti pinset dan lem, perempuan kelahiran Surabaya ini berhasil membuat Aquascape sendiri untuk mempercantik ruang tamu.

“Saya belajar dari nol (autodidak), lihat tutorial di YouTube,” ujar Azizah yang merawat akuariumnya dengan mengganti air seminggu sekali.

Selain menguras air, alumnus SMA Kemala Bhayangkari I Surabaya itu membersihkan lumut, membuang kerak. Dia berharap, semakin banyak orang yang beraktivitas atau punya hobi positif daripada harus keluar rumah untuk ke kafe atau mal. (zia)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *