Cara Desainer Nuzul Kurniawan Menggambarkan Eksotika Burung Murai Batu

KEINDAHAN flora dan fauna Indonesia kerapkali dituangkan ke dalam berbagai karya seni, termasuk rancangan busana. Misalnya, koleksi terbaru Nuzul Kurniawan.

Desainer asal Kediri itu memperkenalkan seri ORANG-E yang menggambarkan eksotika burung murai batu. “Karya ini terinspirasi atasan saya dulu yang punya hobi dan bisnis burung murai batu,” katanya, Kamis (28/1/2021).

Read More

Melalui koleksi ini, Nuzul merefleksikan kehidupan dan pergerakan burung murai batu yang dijuluki The Best Song Bird karena keindahan kicauannya.

Menurut perancang busana kelahiran 23 Juni 1987 ini, burung murai batu mempunyai corak warna bulu yang khas, yakni kombinasi hitam dan oranye.

Karena itu, dia memilih hitam dan oranye sebagai warna dominasi untuk perwujudan bulu burung murai batu. Warna hitam melambangkan elegansi, kekuatan, dan misteri.

“Lalu, oranye memberikan kehangatan, optimisme, dan menarik perhatian tanpa nuansa intimidasi,” paparnya.

Penyabet 2nd Winner Moslem Fashion Design Competition 2016 Moslem Fashion Festival Surabaya ini menghadirkan delapan outfit. Enam di antaranya women’s wear sementara sisanya men’s wear.

Nuzul bermain dengan potongan-potongan simple perpaduan outer jacket oversize dan celana palazzo serta outer shawl collar dengan model jubah memanjang dan bawahan celana oversize.

“Ada pula kemeja lace skinny dan kemeja oversize untuk paduan dalaman,” papar peraih 3rd winner Surabaya Fashion Designer Award 2018 Surabaya Fashion Parade ini.

Potongan modern yang sederhana ini terinspirasi street wear Jepang yang cenderung oversize dan unisex atau androgini style. Nuzul memakai detail tali-tali memanjang bahan tenun troso motif pada zippers di outer.

Untuk celana, ada detail potongan kotak-kotak, tambahan peniti gold pada collar disusun seperti embriodery. Selain itu, ada detail embriodery motif hitam pada punggung dan dada.

Pada koleksi ini, Nuzul memilih material seperti wol, katun motif kotak, organza motif, lace, tenun, serta kain songket baron. Material-material itu terkesan berat tapi simpel, elegan tapi tetap ada sisi feminim.

Ditambah lagi kain batik, tenun, dan songket yang mewakili kearifan lokal Indonesia. “Pesan tersirat koleksi saya ini, mengajak memiliki jiwa kuat, tegas, berwibawa, tapi tetap hangat dan memberikan semangat,” tandas Nuzul.

Dengan kombinasi kain tradisional ini, dia ingin mengajak masyarakat, utamanya generasi muda untuk lebih mencintai kain Nusantara. Nuzul berharap dapat memberikan sedikit gambaran dan melestarikan burung murai batu. (ayu)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *