Cara Tarra Alfa Maharani Mendesain Ulang Aksesori dari Limbah Elektronik

MAHASISWI Fashion Product Design Universitas Ciputra (UC) Surabaya, Tarra Alfa Maharani merancang sebuah aksesori dari bahan limbah kawat tembaga untuk para wanita.

Dengan menggunakan teknik Wire Wrap gaya modern minimalis, perempuan asal Surabaya ini sudah memberdayakan perajin lokal untuk menaikkan produktivitas serta nilai jual produl berlabel ARA Jewellry ini.

Kenapa bergaya modern minimalis? Tarra mengungkapkan, gaya itu dipilih setelah melihat survei aksesori tembaga berteknik wire wrap di Indonesia, masih kerap identik dengan etnik dan minimnya gaya.

“Pecinta aksesori tembaga kebanyakan wanita dewasa menengah ke atas yang jauh dari pasar anak muda. Jadi, saya mengubah desainnya biar lebih modern dan minimalis agar dapat diterima anak muda,” ujarnya, Kamis (28/1/2021).

Dalam proses pembuatannya, perempuan 23 tahun ini memulainya dengan mengosok limbah kawat tembaga dengan scrap atau spons agar warnanya dapat lebih mengilap.

Proses selanjutnya, membersikan kotoran di kawat dan meluruskannya agar lebih mudah dibentuk. Lantas, kawat tembaga berukuran 1 mm warna copper digunakan sebagai rangka aksesori.

Kawat tembaga itu akan ditimpa dengan anyaman kawat menggunakan ukuran 0,3 mm dan dianyam mengikuti bentuk rangka kawat. Memang harus dipastikan, di setiap ujung kawatnya dikikir, agar tidak tajam dan melukai kulit.

“Jadi, ujung-ujungnya setelah selesai mengayam dipotong dan dikikir lalu ditekuk masuk diikat di ujung kawat,” ujarnya.

Terakhir, Tarra melakukan coating warna transparan agar warna aksesori tidak mudah berganti dan terjaga. Meski begitu, dia sempat kesulitan mendesain bentuknya.

Limbah kawat tembaga tidak seelastis kawat tembaga baru. Tarra harus memikirkan bentuk-bentuk yang mudah dibuat menggunakan limbah kawat tembaga.

Selain itu, bagi perempuan berzodiak Capricorn ini, ada tujuan lain dari pengelolaan limbah ini, yakni supaya dapat mengurangi limbah elektronik.

“Intinya saya ingin mengurangi limbah elektronik, terutama kawat tembaga. Saya ingin masyarakat memiliki kesadaran untuk ikut mengelola limbah,” ungkap Tarra. (zia)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *