Diet Garam Bisa Cegah Munculnya Penyakit Degeneratif

DIET rendah garam menjadi salah satu cara mencegah munculnya penyakit degeneratif. Jadi, sedikit banyak mengurangi kasus stunting, obesitas, dan kurangnya konsumsi makanan.

Hari Gizi Nasional (HGN) setiap 25 Januari selalu menjadi pengingat akan masih adanya permasalahan gizi itu. Apalagi, di masa pandemi Covid-19, strategi diet rendah garam guna menjaga imunitas tubuh menjadi sangat penting.

Pakar gizi, dokter Johanes Chandrawinata Sp Gk MND menuturkan, mengentaskan permasalahan gizi terlebih di masa pandemi Covid-19 seperti sekarang ini menjadi semakin krusial.

Pandemi Covid-19 mengharuskan orang menjaga daya tahan tubuh yang optimal dan pada saat yang sama menjaga serta memperbaiki kesehatan tubuh agar terhindar dari berbagai penyakit.

“Sistem imun selalu aktif melaksanakan pengawasan, namun aktifitas nya meningkat jika individu terkena infeksi,” lanjut dr Johanes dalam webinar PT Ajinomoto Indonesia bekerjasama dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Minggu (31/1/2021).

Peningkatan aktifitas ini disertai peningkatan metabolisme, yang memerlukan sumber energi dan bahan untuk biosintesa dan molekul pengatur. Sumber energi dan bahan molekul pengatur ini tentunya berasal dari diet.

Kecukupan asupan berbagai jenis zat gizi sangat penting untuk menunjang sistem imun berfungsi secara optimal. Diet rendah garam menjadi salah satu cara untuk mencegah munculnya penyakit degeneratif.

Sudah banyak penelitian tentang penurunan asupan natrium (garam). Contoh, Halim dkk dalam penelitian terbaru tahun 2020 dalam Journal of Food Science membuktikan, peran MSG dalam menjaga rasa nikmat makanan walaupun kadar natrium nya dikurangi antara 30-60 persen.

“Dari penelitian tersebut, dapat kita simpulkan, penurunan asupan garam dapat dicapai tanpa harus mengorbankan cita rasa makanan dengan penambahan MSG secukupnya,” ungkap dr Jo.

Kampanye Pemerintah Indonesia terkait GERMAS (Gerakan Masyarakat Hidup Sehat), dan juga pembatasan GGL (Gula-Garam-Lemak), tidaklah cukup untuk mengentaskan permasalahan gizi di Indonesia.

Peran serta industri atau pelaku bisnis dibidang makanan perlu ditingkatkan dengan membuat produk yang lebih sehat rendah gula, rendah garam, dan rendah lemak, namun tetap bercita-rasa tinggi demi ikut aktif menciptakan masyarakat Indonesia yang lebih sehat.

Sekaligus mendidik masyarakat agar bertambah pengetahuannya tentang makan yang lebih sehat menuju tubuh yang lebih sehat pula.

Public Relations Manager PT Ajinomoto Indonesia, Katarina Larasati menambahkan, melalui webinar ini, pihaknya berharap dapat mengedukasi peserta tentang informasi gizi dengan fakta ilmiah. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *