Chinese Dolls Stories Memadukan Batik dan Budaya Tionghoa

CHINESE DOLLS STORIES - Sejumlah model memperagakan busana karya Embran Nawawi dengan mengkolaborasikan batik tulis Pamekasan lewat 'Chinese Dolls Stories' yang terinspirasi boneka opera Cina dalam fashion show di Grand City, Minggu (7/2/2021). SURYA/AHMAD ZAIMUL HAQ

MENJELANG Tahun Baru Imlek, desainer Embran Nawawi kembali meluncurkan koleksi busana. Setelah tahun lalu mengusung tema ‘Ampyang’, kali ini, Embran mengolaborasikan batik tulis lewat ‘Chinese Dolls Stories’.

“Boneka opera Tiongkok sangat menarik. Saya terinspirasi untuk mengolahnya menjadi busana fesyen Imlek,” kata Embran, Minggu (7/2/2021).

Read More

Busana boneka opera Tiongkok banyak mengambil material polos, motif, dan sulam. Kali ini, dia menyisipkan batik tulis Pamekasan. Batiknya tetap menggunakan yang klasik dengan motifnya di antaranya pecah beling, kupu-kupu, dan tembakau.

Pamekasan sendiri ada sedikit sentuhan Tionghoanya, walau memang kebanyakan Arab. Meski diluncurkan dalam rangka Imlek, namun Embran tetap merancangnya seringan mungkin dengan ditambah material sifon dan sutra.

“Ada lima busana, terinspirasi dari kimono Tiongkok yang kesannya lemah gemulai dan cantik. Jadi, saya buat busananya terlihat flawing,” terangnya.

Perpaduan antara batik tulis dengan sifon dan tule dalam busana ala Tiongkok ini menyuguhkan tampilan yang kontemporer dan glamor. Dalam satu busana, Embran memadukan tiga item. Berbeda dengan kimono Tiongkok asli yang bisa empat sampai lima item.

Inspirasinya memang seperti teknik berbusana Tiongkok, tapi ini lebih sederhana. Jadi ada kimono rumah dengan ikatan, kemudian cheongsam, rok, baru ditimpa kimono outer.

Lima koleksi diadaptasi dari kisah-kisah dalam cerita Tiongkok seperti pendekar perempuan, puteri khayangan, serta puteri kerajaan. “Ada yang model rok a line, kimono basic kemeja, baju bagian dalam, dan sebagainya. Semua dicampur dengan warna yang beragam,” papar Embran.

Merancang busana Imlek dengan sentuhan batik Nusantara cukup menantang apalagi memadukannya. Bukan berarti dirinya mencinakan batik, tapi ini momentum. Itulah salah satu alasan dirinya membuat tabrak warna sehingga tampilannya unik.

Menurut Embran, koleksi kali ini menyasar anak muda. Dia berharap dapat memperkenalkan batik sekaligus budaya Tionghoa. “Harapannya pada Imlek kali ini, saya bisa memperkaya khasanah fesyen Indonesia yang tetap mengacu kepada warisan Nusantara,” tuturnya. (ayu)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *