Ini Cara Deteksi Dini Autisme Anak

AUTISME atau autism spectrum disorder (ASD) selama ini terlambat disadari keluarga sehingga penanganannya menjadi kurang efektif dan telanjur mengganggu tumbuh kembang anak.

ASD merupakan gangguan perkembangan pada anak yang menyebabkan kemampuan komunikasi dan sosialisasi anak terganggu. Dokter spesialis anak, dr Ergia Latifolia SpA mengungkapkan, pentingnya deteksi.

Caranya, dapat memakai buku panduan KIA dari Kementerian Kesehatan untuk anak berusia di bawah 18 bulan. “Dari tool (tumbuh kembang) yang ada, sudah bisa dilakukan skrining,” ujarnya dalam webinar, Minggu (7/2/2021).

Orang tua harus memahami penanganan anak ASD butuh seumur hidup serta membutuhkan terapi yang tepat. Selain itu butuh komunitas untuk menguatkan satu sama lain.

Dalam webinar Pentingnya Deteksi Dini Asesment untuk Anak Berkebutuhan Khusus, dokter Ergia mengungkapkan, 75 persen ASD ini biasanya IQ-nya di bawah rata-rata.

Perlu dilakukan identifikasi dan intervensi pada anak ASD. Hingga kini penelitian ASD masih berlangsung di berbagai dunia karena belum ada penyebab pasti yang diketahui.

“Namun, risiko terjadinya gangguan autisme dapat meningkat apabila terdapat faktor genetik dan lingkungan. Misalnya, paparan racun, asap rokok, infeksi, efek samping obat-obatan, serta gaya hidup tidak sehat selama hamil,” urainya.

Soal kesulitan penanganan ASD, biasanya terjadi dari berbagai aspek. Mulai dari orang tua yang tidak menerima kondisi anak sampai menghabiskan waktu mencari psikolog untuk mendiagnosa anaknya secara tepat.

“Saat asesmen biasanya sulit dilakukan saat usia anak sudah besar, karena bisa tumpang tindih dengan gangguan lainnya. Selain itu pemilihan terapi kadang menjadi kendala penanganan ASD,” paparnya.

Deteksi sangat dini bisa dilakukan dengan memantau redflags dapat memakai panduan buku KIA dari kemenkes. Jika di bawah 3 bulan dievaluasi perkembangan anak. Jika tidak tercapai maka bisa mencari bantuan ke guru paud, dokter, atau psikolog.

Psikolog Laksmi Widjajanti SPsi memaparkan, ASD tak hanya mengganggu komunikasi penderitanya, tetapi kemampuan lain. Perkembangan ASD akan optimal jika orang tua menerima anak sehingga tidak membuang waktu treatmen, karena treatmen sebaiknya sebelum anak akil balik.

Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) kota Surabaya, Iis Hendro Gunawan sebagai penyelenggara webinar yang bekerjasama dengan JCI East Java mengungkapkan, kegiatan ini awalnya digagas advokasi sadar autisme dan kemudian didukung oleh berbagai pihak.

“Deteksi dini ini untuk menuju kemandirian anak yang mengalami autis sehingga bisa dilakukan pengawalan dan manajemen anak dengan autisme dengan tepat serta nantinya anak bisa bergaul dalam masyarakat,” tambahnya. (ovi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *