Yuk Kenali Adanya Long Covid Setelan Negatif dari Covid-19

TIDAK ada salahnya mengenali kemungkinan adanya long covid. Pasalnya, setelah negatif dari Covid-19, ternyata, tidak bebas dari keluhan. Ada yang namanya long covid. Kaya apa sih long covid itu? Apa saja keluhannya?

Daftar keluhan long covid yang masuk, sejauh ini, ada 200-an macam, meliputi hampir seluruh bagian tubuh, mulai dari ujung rambut hingga ujung jari kaki.

Read More

Sebut saja, telinga, hidung, tenggorokan, kepala, mata, paru-paru, jantung dan kardiovaskular, pencernaan, alat kelamin, reproduksi, endokrin, otot dan persendian, kulit dan dermotologis.

Long covid juga telah dilaporkan berdampak pada Neuropsikiatri, termasuk kesehatan mental para penderitanya.

1. Keluhan pertama terkait Paru-paru dan juga Sistemik.
Covid-19 punya dampak yang berat terhadap kinerja paru-paru. Cepat merasa lelah. Kenaikan suhu badang, keringat malam, lemas, kedinginan, dan rasa merinding. Keluhan lain, sesak napas, nyeri dada, batuk kering, batuk berdahak, bersin, batuk berdarah.

2. Tapi dalam perjalanannya, Covid-19 tidak hanya berdampak pada paru-paru namun ke jantung dan pembuluh darah. Banyak yang melaporkan mengalami kenaikan detak jantung atau hipertensi. Keluhannya, jantung berdebar, takikardia, nyeri dada, pembuluh nadi membesar, bradikardia, lemas/pingsan.

3. Lain paru-paru, lain jantung. Penyintas yang sudah negatif mengeluhkan gangguan pada sistem pencernaan terutama lambung. Banyak yang melaporkan mereka jadi sering buang angin dan mengalami refluks asam lambung.

Keluhannya, mual, muntah, hilang nafsu makan, refluks lambung, diare, konstipasi, nyeri perut, cepat merasa penuh ketika makan, sensasi pergerakan pada usus.

4. Laporan lain, memiliki dampak pada performa seksual, termasuk perubahan ukuran alat kelamin! Pada wanita, Long covid berdampak pada siklus menstruasi dan gangguan hormon.

Keluhannya, rasa haus ekstrem, disfungsi seksual, nyeri pada testis, gangguan kontrol berkemih, ukuran penis mengecil, gangguan menstruasi, pendarahan post menopause.

5. Sebagian penyintas mengeluhkan berbagai nyeri di otot dan persendian. Mereka mengalami sensasi nyeri yang menyakitkan dan tidak biasanya. Banyak juga yang melaporkan mengalami kedutan dan tremor pascainfeksi akut Covid-19.

Keluhannya, leher kaku, nyeri pada dada, nyeri persendian, nyeri otot, nyeri tulang rasa seperti terbakar.

6. Pastinya sudah pernah nyimak postingan IG Dewi Persikk kan? Yes, Long covid berdampak pada kulit. Buat mereka yang gemar dengan penampilan, bakal menyiksa banget keluhan yang satu ini.

Keluhannya, reaksi alergi, ruam kulit, rasa gatal pada kulit, kulit sensitif (dermatographia), perubahan warna kuku, bintik merah khas pada kulit (petheciae), kulit mudah mengelupas, cacar, ruam pada jari (covid toes).

7. Selain dari keluhan-keluhan fisik, ada keluhan apa lagi? Nih, dia jawabannya. Banyak laporan yang mengalami keluhan-keluhan yang bersifat Neuropsikiatri. Apa aja sih? Simak di bawah ini yah.

Mood dan Emosi
Kecemasan
Mudah marah
Depresi
Mood labil
Sedih berlebihan
Apatis, tidak peduli
Seperti mau kiamat
Perubahan perilaku
Impulsif
Rasa ingin bunuh diri
Agresif
Delusi
Gangguan bipolar

Sensasi Motor
Vertigo
Nyeri menusuk
Tremor
Rasa kebas
Sensitif terhadap suara
Tekanan pada otak
Nyeri saraf (neuralgia)
Gemetaran
Rasa menyetrum
Otak seperti panas
Gangguan menguap
Gangguan menangis

Gangguan Halusinasi
Halusinasi penglihatan
Halusinasi pendengaran

Pola Tidur
Insomnia
Terbangun malam hari
Terbangun merasa sesak
Vivid dreams
Mengalami mimpi buruk
Kaki terasa berat
Sleep apnea

Kata dan Bahasa
Sulit menemukan kata yang tepat
Sulit berkomunikasi verbal
Sulit menerjemahkan tulisan
Sulit berbicara
Sulit menulis kata-kata
Ngomong asal-asalan
Bicara tidak jelas

Nah, kalau itu tadi semua tentang daftar keluhan-keluhannya, sekarang kira-kira, siapa saja yang berisiko terkena Long Covid ini? Ternyata, semua penyintas berisiko mengalami Long Covid. Simak detailnya di bawah ya.

1. Risiko meningkat jika berusia lebih dari 55 tahun.
2. Risiko meningat jika pernah memiliki lebih dari 5 gejala awal.
3. Risiko meningkat jika pernah memiliki komorbid.
4. Risiko meningkat jika pernah memiliki gejala yang tergolong berat.
5. Risiko meningkat jika memiliki Indeks Massa Tubuh (BMI) tinggi.
6. Semua penyintas memiliki peluang mengalami long covid, termasuk OTG dan anak kecil.

Pastinya, penasaran apakah Long Covid bisa disembuhkan? Hmm..agak sulit menjawab kalau yang ini karena semua memang masih dalam penelitian.

Belum ada terapi yang komprehensif terkait pengobatan long covid. Beberapa gejala dilaporkan mengalami perbaikan setelah beberapa bulan, namun, ada yang masih menetap.

Penelitian terbaru melaporkan, gejala yang masih menetap hingga di bulan 6, dan masih berlangsung dengan jenis keluhan seperti rasa kelelahan, gangguan tidur, kecemasan, dan depresi.

Penderita juga dilaporkan mengalami relapse atau kekambuhan gejala, dengan pola yang bermacam-macam. Kurang lebih 52,8% mengalami kesembuhan dengan pola yang tidak beraturan.

Laporan penyebab kekambuhan terbanyak : Aktivitas Fisik (70,7%), Stres (58,9%), Olahraga (54,9%), dan Aktivitas mental (46,2%).

Terakhir, apa sih yang menyebabkan Long Covid? Sebenarnya banyak, tapi semua masih berupa hipotesa yang belum dapat disimpulkan. Jadi yah, mari ikuti terus perkembangan penelitiannya.

Saat ini CSI terus aktif mengikuti berbagai pertemuan dengan WHO untuk membahas kelanjutan penelitian Long Covid, termasuk penentuan deskripsi klinis, diagnosa, mekanisme penanganan, dan sebagainya.

Sumber : Covid Survivor Indonesia (@CovidSurvivorID), 8 Februari 2021.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *