Cara Membuat Desain Ombak dan Penyu dalam Busana Pengantin Modern

DESAINER muda Dewi Suciningtyas merancang busana pengantin modern dengan mengambil tema legenda Nusantara. Kali ini, terinspirasi Pantai Watu Maladong dari Nusa Tenggara Timur (NTT).

Busana berwarna quetzal green itu terlihat anggun dengan detail flounce pada bagian belakang. “Flounce ini menjadi poin utamanya, bisa dilepas-pasang. Flounce menggambarkan ombak di pantai itu,” katanya, Rabu (24/2).

Selain flounce, Dewi menggambarkan penyu yang terlibat kisah legenda itu. Dia membuatnya dengan cara manipulating, menggunakan teknik lasercut dan stuffing.

Desainer kelahiran 22 November 1998 ini menganggap, teknik ini unik dan berbeda dengan yang lain. Detail penyu mampu mewarnai hampir di semua bagian busana di bagian belakang, berpadu dengan flounce yang bergelombang.

Untuk merepresentasikan ombak pada pantai, Dewi mendesain busananya dalam bentuk siluet L sementara untuk pemilihan warna, quetzal green dinilai paling cocok. Warna itu laiknya cangkang penyu.

Quetzal green sendiri merupakan warna yang mengesankan kemewahan. Biar semakin memberi kesan khas NTT, Dewi menambahkan aksesori kepala dari busana pengantin khas daerah Sumba Barat.

Busana ini pertama kali diperkenalkan kepada publik dalam Grandshow Virtual Alcarita D3 Tata Busana Universitas Negeri Surabaya (Unesa), pertengahan Februari 2021.

“Tantangannya itu, saat berkonsultasi dengan dosen karena di masa pandemi seperti ini hanya bisa mengandalkan platform online, tidak bisa bertemu langsung,” paparnya.

Tantangan lain, ketika membuat manipulating yang sesuai, Dewi harus melewati tahap trial dan error cukup banyak. Selain itu, saat membuat stuffing dan menempelkan di busana, harus dijahit tangan.

“Saya sampai dibantu orang lain agar bisa selesai tepat waktunya,” terang Dewi yang berharap desainer lainnya merancang busana yang terinspirasi dari kekayaan daerah di Tanah Air. (ayu)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *