Cara Menjaga Imun di Masa Pandemi Covid-19

RUPANYA bakteri baik atau probiotik memiliki peran tersendiri dalam penanganan Covid-19. Dokter Fanny Imanuddin M Biomed (AAM) mengungkapkan, probiotik secara alami dapat memproduksi nutrisi di tubuh manusia.

Bahkan, sejak lahir, manusia telah memiliki probiotik secara alami. Namun baru bisa stabil setelah melebihi usia satu tahun. Probiotik ini yang akan membantu manusia menjaga nutrisi dan imun mereka.

Read More

“Hanya saja, probiotik jarang mendapat perhatian, sehingga ketika ada virus yang terlalu kuat, biasanya imun yang kalah dan mengakibatkan kita jatuh sakit atau terinfeksi,” terang Fanny.

Selain asupan nutrisi, masyarakat tentu harus tetap menerapkan protokol kesehatan dan berolahraga secara rutin. Fanny melanjutkan, meski saat ini telah ada vaksin sebagai upaya pencegahan Covido19, masyarakat tetap tidak boleh abai.

Harus tetap menjalankan protokol kesehatan, memberi asupan makanan yang baik pada tubuh, berolahraga dan lain sebagainya. Ada empat hal utama untuk menjaga imun tubuh agar tetap fit di masa yang tidak menentu seperti sekarang.

“Pertama, mengubah lifestyle dengan memperhatikan asupan makanan atau nutrisi. Kedua, rutin berolahraga minimal 30 menit sehari. Ketiga, mengatur emosi agar tidak mudah stress. Keempat, tentu dengan istirahat cukup,” jelas Fanny.

Guna mengetahui jumlah probiotik dalam tubuh, tidak bisa dinilai melalui alat kedokteran. Karena hingga saat ini, belum ada inovasi kesehatan yang dapat melihat jumlah probiotik dalam tubuh.

RA Adaninggar dr SpPD mengungkapkan, biasanya akan muncul gangguan di pencernaan seperti, kembung, diare, dan beberapa lainnya. Itu menjadi salah satu ciri paling jelas saat saluran pencernaan lebih banyak dihuni bakteri jahat. Lebih mudah mengukur bakteri baik dalam tubuh lewat gejala symptomatic.

Fanny menambahkan, sumber probiotik bisa didapatkan dari bahan-bahan alami yang melalui proses fermentasi. Bahan-bahan ini bahkan bisa ditemukan dalam kehidupan sehari-hari seperti tempe, yogurt, kimchi, kefir, dan lain sebagainya.

Semakin lama melalui proses fermentasi, biasanya memiliki jumlah bakteri baik makin banyak. Bahkan, pada kondisi khusus, masyarakat bisa mengonsumsi probiotik life dengan tingkat yang lebih tinggi seperti fermentasi teh atau kombucha, dan suplemen. (kir)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *