Cara Desainer Elizabeth Njo Mengkreasikan Kimono Hitam untuk Cap Go Meh

BACK to Basic. Sepertinya tema itu yang ingin diadaptasi desainer Elizabeth Njo untuk kreasi kimononya pada perayaan Cap Go Meh. Tampak kimono hitam dengan potongan asimetris itu dikenakan enam orang termasuk dirinya.

Yang menarik, kimono dikreasikan menjadi beberapa look agar tidak sama. “Sebenarnya kimono ini basic sekali. Perpaduan Tiongkok dan Jepang,” terang desainer yang juga akrab disapa Afen ini.

Perpaduan dua negara diwujudkan dalam beberapa hal. Misalnya, aksen Tiongkok untuk kain dan kancing. Afen membuat brokat serta kancing China yang identik dalam pembuatan cheongsam.

Dirinya sengaja tidak membuat cheongsam, supaya kimono ini bisa untuk acara-acara lain, baik formal maupun santai. Sebaliknya, untuk aksen Jepang, Afen mengatakan, kimononya sendiri sudah mewakili.

Ditambah motif sakura merah yang juga perpaduan antara Jepang dan Tiongkok. “Sakura sengaja saya buat merah karena saya sesuaikan dengan tempat. Kalau tetap pink, tidak menyala. Merah lambang kejayaan atau kemakmuran,” tuturnya.

Afen menerangkan, kimono engaja dipesan untuk perayaan Imlek, beberapa waktu lalu. Tapi akibat PPKM, dia dan teman-temannya mengenakannya saat Cap Go Meh saja. Meski kembar, masing-masing punya style.

“KKalau saya, dipadukan dengan inner dan fishnet stocking. Teman saya ada yang dibikin style sabrina. Satunya lagi, dibikin basic outer,” papar Afen. (kir)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *