Hore Alat Terapi Gigi Dentolaser Segera Gantikan Obat Antibiotik

PENGEMBANGAN Bisnis Rintisan dan Inkubasi Universitas Airlangga (Unair) Surabaya kembali mempertemukan peneliti Unair dengan dunia usaha dunia industri (DUDI). Pertemuan pekan lalu membahas produk inovasi Dentolaser.

Alat ini dikembangkan peneliti dan dosen Departemen Fisika, Fakultas Sains dan Teknologi, Prof Dr Suryani Dyah Astuti MSi bersama tim peneliti, yakni Prof Dr Drg Ernie Maduratna Setyawati MKes SpPerio(K) dan Deni Arifianto.

Read More

Produk Dentolaser segera diproduksi massal sebagai instrumen medis dokter gigi, yakni terapi gigi dan mulut dengan teknologi laser. “Bisa untuk periodontitis, endodontis, atau semua penyakit karena bakteri,” terang Prof Ernie.

Nantinya akan ada kerja sama dengan berbagai asosiasi dokter sebagai target pengguna produk, seperti IPERI dan PDGI. Dentolaser memang fokusnya di dokter gigi meski dapat dipakai untuk penyakit kulit.

Dentolaser berkembang sejak 2015. Saat itu, Prof Dyah, Prof Ernie dan tim mengikutsertakan produk penelitiannya dalam program Calon Pengusaha Pemula Berbasis Teknologi (CPPBT).

“Sebelum ada produk Dentolaser, biasanya dokter gigi mengobati gigi dan mulut dengan antibiotik. Tapi, antibiotik mengakibatkan resisten. Dentolaser tidak memicu resistensi, dan menjangkau tempat sulit di rongga mulut,” paparnya.

Selain untuk dokter gigi, dokter umum, terutama penyakit kulit (jerawat atau ulkus diabetik), bisa menggunakan Dentolaser. Prof Dyah menambahkan. produk ini harus segera diproduksi massal karena sudah keluar di e-katalog.

Tim peneliti Unair dan industri, dalam hal ini PT Sarandi Karya Nugraha akan berkoordinasi lebih intens. Prof Dyah mengatakan, semua proses sertifikasi sudah rampung dan tinggal transfer teknologi ke industri.

Industri harus tahu cara kerja alat dan komponen yang dibutuhkan. Menurut Prof Dyah, Unair akan melakukan produksi rangkaian elektronik, sebagai inti atau otak dari instrumen Dentolaser.

Tugas PT Sarandi Karya Nugraha adalah menyelesaikan proses assembling, casing, dan packaging. “Hardware dan software sistem instrumentasi dentolaser akan diproduksi di Unair,” terang Prof Dyah. (ovi)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *