Investree Terus Tumbuh dan Akselerasi UKM di Jawa Tengah dan Jawa Timur

INVESTREE yang kini berkembang menjadi solusi bisnis digital terintegrasi bagi UKM memastikan, layanan dan produk pinjamannya terus memberikan kontribusi positif bagi perkembangan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) di Pulau Jawa, khususnya Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Produk Invoice Financing, Pre-Invoice Financing, dan Account Payable Financing paling banyak dimanfaatkan oleh para pelaku UKM di sana. Tren positif itu dibarengi bertambahnya jajaran Payor kredibel yang terdiri dari perusahaan multinasional, BUMN, dan Pemerintah.

Read More

Payor merupakan pemberi proyek atau pihak yang ditagih dan menjadi sumber pembayaran pinjaman oleh Borrower. Co-Founder & CEO Investree, Adrian Gunadi, mengakui, selama 2021 ini, fokus pembiayaan tak lagi hanya berpusat di Jabodetabek.

Perusahaan merambah kota-kota besar lain, terutama Jawa Tengah dan Jawa Timur yang punya potensi pasar sangat besar. Banyak dari mereka punya bisnis solid namun kesulitan melakukan ekspansi karena terkendala akses pembiayaan yang terbatas.

Di situlah Investree hadir untuk mengisi jurang pembiayaan agar semakin banyak pelaku UKM yang terbantu. Apalagi, di tengah pandemi seperti sekarang, tak sedikit dari mereka yang sedang melalui masa sulit.

“Dengan mengutilisasi produk-produk pinjaman Investree yang berinti pada pembiayaan rantai pasokan, kami akan ajak mereka untuk bangkit dan pulih dalam mempertahankan usahanya,” katanya.

Sejak 2017, Investree sebagai pionir fintech lending telah melebarkan jangkauan layanannya ke Jawa Tengah dengan membuka kantor representatif di Semarang. Wilayah cakupannya meliputi Semarang, Yogyakarta, Solo, Tegal, dan sekitarnya.

Kemudian diikuti dengan pembukaan kantor representatif di Surabaya yang melayani area Surabaya, Sidoarjo, Gresik, dan sekitarnya termasuk Pulau Bali. Investree pertama kali meluncurkan produk Invoice Financing bagi para pelaku UKM di sana.

Llu berkembang dengan kehadiran Pre-Invoice Financing, Account Payable Financing, dan Buyer Financing. Hingga akhir 2020, Investree berhasil mencatat angka penyaluran pinjaman cukup signifikan.

Di Jawa Tengah mencapai Rp 507 miliar dan Jawa Timur sebesar Rp 72 miliar. Angka itu terus bertambah hingga memasuki kuartal pertama dan kedua 2021, dengan produk pinjaman paling banyak dipilih, yakni Invoice Financing.

Manfaat dari Invoice Financing begitu terasa bagi pelaku sektor kreatif, jasa desain, dan manufaktur. Dengan mengajukan Invoice Financing, mereka bisa mendayagunakan invoice atau tagihan yang selama ini merupakan aset tidak produktif menjadi jaminan mendapatkan dukungan pembiayaan dari Investree.

“Hal unik lainnya, ternyata di tengah pandemi seperti sekarang, Investree justru mengalami peningkatan pengajuan pinjaman, terutama dari sektor kesehatan dan energi,” ujar VP Sales Regional Java Investree, Shareang Kusuma.

Indikasi itu menggambarkan, pandemi memang memaksa banyak pelaku UKM di Jawa Tengah dan Jawa Timur melakukan pivot dan berinovasi, tapi justru berguna tak hanya demi keberlangsungan bisnis mereka namun meningkatkan taraf hidup masyarakat.

“Melalui pemberian akses pembiayaan mudah dan cepat, Investree berkomitmen untuk terus mendukung mereka berdaya,” tambah Shareang Kusuma.

Invoice Financing, Pre-Invoice Financing dan Account Payable Financing menjadi primadona di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Sedikit berbeda dengan Invoice Financing, ketika UKM menjadikan invoice dari proyek mereka yang sedang berjalan sebagai jaminan.

Pre-Invoice Financing menawarkan kesempatan bagi UKM untuk mengajukan pinjaman dengan melandaskan Surat Perintah Kerja (SPK) dari Payor sedangkan Account Payable Financing memungkinkan pelaku UKM meningkatkan perputaran bisnis mereka.

Tugas Investree selanjutnya akan menyalurkan pembiayaan bagi pelaku UKM barang dan jasa, yang bertindak sebagai pembeli/pedagang/buyer yang membeli barang dan jasa ke penjual/produsen/suplier.

Setiap produk pinjaman Investree di Jawa Tengah dan Jawa Timur memiliki Payor terbaiknya masing-masing. Invoice Financing ada Gojek, Grab, dan Sriwahana Adityakarya.

Pre-Invoice Financing Investree punya E-catalogue Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP), KAI Properti, dan Solusi Bangun Indonesia sementara untuk Account Payable Financing, ada British Petroleum yang sudah menjadi Payor berulang di Investree Jawa Timur dan Jawa Tengah.

Jajaran Payor bonafit yang terdiri ata perusahaan-perusahaan besar ini sekaligus menekankan, mitigasi risiko yang dilakukan oleh Investree terkait dengan pemeliharaan kualitas aset, sudah dilesapkan secara rapi dalam struktur produk, dengan mengacu pada metode pembiayaan rantai pasokan.

Pada beberapa kesempatan sebelumnya, Adrian menyebutkan, kemitraan strategis dengan ekosistem rekanan menjadi salah satu strategi bisnis Investree tahun 2021. Tak hanya rekanan baru, tapi yang sudah pernah berjalan sebelumnya.

Salah satunya Mbiz. Kemitraan Investree dan Mbiz turut menyejahterakan para pelaku UKM di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Investree menyalurkan pembiayaan bagi pelaku UKM yang tergabung dalam ekosistem Mbiz Market dan mengerjakan proyek dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Untuk transaksi pengadaan barang dan jasa Pemprov Jateng dan Jatim yang dilakukan di platform Mbiz Market, Investree masuk dan memberikan fasilitas pinjaman untuk transaksi itu.

“Ini merupakan salah satu saluran terbaik bagi kami dan Mbiz untuk bisa lebih menyentuh pasar UKM yang membutuhkan dukungan permodalan dalam rangka mengembangkan usahanya,” ungkap Adrian.

Bisnis Investree di Jawa Tengah dan Jawa Timur terus meningkat dalam 3 (tiga) tahun terakhir meski pandemi Covid-19 masih eksis di Indonesia dan seluruh dunia.

Secara keseluruhan, bisnis Investree di Jawa Tengah ada kenaikan jumlah penyaluran pinjaman Rp 257,8 miliar dari 2019 ke 2020 sedangkan untuk Jawa Timur, terjadi kenaikan 0,6% dari Rp 44,2 miliar pada 2019 menjadi Rp 72,5 miliar pada 2020. (*)

Tentang Investree
Investree adalah satu-satunya perusahaan fintech lending yang mendapatkan Izin Usaha Perusahaan Penyelenggara Layanan Pinjam Meminjam Uang Berbasis Teknologi Informasi dari Otoritas Jasa Keuangan untuk 2 (dua) jenis usaha yaitu konvensional dan syariah.

Misi kami adalah mengoptimalkan data dan teknologi untuk memberikan akses pembiayaan lebih mudah dan terjangkau bagi UKM selagi menghubungkan mereka dengan Lender yang ingin membantu dan memperoleh imbal hasil atraktif.

Melalui kolaborasi dengan rekanan strategis dalam ekosistem digital dan keuangan serta inovasi produk dan layanan pembiayaan, Investree berkomitmen untuk terus menghadirkan solusi bisnis digital bagi UKM. Investree berbasis di Indonesia dan telah berekspansi ke Thailand dan Filipina.

Hingga April 2021, Investree berhasil membukukan catatan total fasilitas pinjaman Rp 9,7 triliun dan nilai pinjaman tersalurkan Rp 6,7 triliun dengan rata-rata tingkat pengembalian (return) 16,7 p.a. dan rata-rata TKB90: 98,35%. Investree juga dinobatkan sebagai “Best Fintech of the Year” oleh Majalah The Asset, “Best P2P Lending Platform for SMEs” oleh The Asian Banker, dan “30 Most Promising Growth-Stage Startups” oleh Forbes Indonesia.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *