Kelebihan dan Kekurangan Budidaya Hidroponik

HIDROPONIK berasal dari kata hidro (air) dan ponos yang bermakna daya. Jadi hidroponik berarti memberdayakan air. Hindari menulis dan mengucapkannya sebagai hidropoinik, karena phonos sama dengan suara, sehingga artinya menjadi suara air.

Ngilu mendengarnya! Definisi hidroponik bermacam-macam, seperti soilless culture, budidaya dalam greenhouse, dan budidaya anorganik. Tapi, sebaiknya kita tidak usah terlalu memusingkan definisi yang bermacam-macam itu.

Hal yang paling penting adalah dengan budidaya hidroponik bisa hemat air dan hemat energi. Produk yang dihasilkan lebih unggul dari segi kuantitas dan kualitas.

Budidaya hidroponik, terutama yang di dalam greenhouse, memiliki banyak keunggulan antara lain pada Nutrient Film Technic (NFT), gully atau talang bisa ditanami terus menerus sepanjang tahun, sebanyak belasan kali.

Setiap m2 (meter per segi) per bulan, dapat menghasilkan 2 kg sampai 3 kg sayuran segar, yang berarti minimal 144 ton/hektare/tahun, hanya dengan efisiensi lahan 60% saja.

Karena pertanaman terlindung maka hama, penyakit, dan gulma dapat dikuasai dengan mudah tanpa banyak kerugian. Dengan formulasi pupuk dalam bentuk A-B mix yang khusus diciptakan untuk setiap komoditas.

Umur tanaman hingga layak panen dapat dipersingkat, sehingga efisiensi penggunaan greenhouse sangat tinggi.

Kualitas tanaman meningkat, terutama mengenai penampilan, daya tahan di gerai supermarket, bobot, serta aroma ketika diolah dan rasa.

Dengan hidroponik, produk yang dihasilkan sehat, higienis, serta bebas dari bakteri ecoli, tetanus, dan salmonella. Yang paling utama, budidaya secara hidroponik bisa memberi keuntungan yang menggiurkan bagi pelakunya. (*)

sumber: trubus

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *