Heboh Ivermectin Ampuh Obati Covid-19

KETIKA dunia dihebohkan dengan vaksin, pemerintah India mendistribusikan kit Covid rumah dengan seng, doksisiklin, dan ivermectin. Biayanya mencapai $2.65 per orang. Sebenarnya, apa sih obat Ivermectin itu?

Menurut http://Thedesertreview.com, Ivermectin disebut dapat menurunkan kasus Covid sebanyak 97% di India. Ketua Umum HKTI, Moeldoko telah mengirimkan 5.000 dosis Ivermectin utk menangani lonjakan kasus Covid-19 di Kudus.

Di Indonesia, Ivermectin kaplet 12 mg terdaftar untuk indikasi infeksi kecacingan Strongyloidiasis dan Onchocerciasis. Penggunaan Ivermectin harus di bawah rekomendasi dan pengawasan dokter berdasarkan hasil observasi indikasi tertentu. Pasalnya, obat ini tergolong obat keras.

Penelitian untuk pencegahan maupun pengobatan Covid-19 yang sudah dipublikasikan menyatakan bahwa Ivermectin memiliki potensi antiviral pada uji secara in-vitro di laboratorium.

Tapi, masih diperlukan bukti ilmiah yang lebih meyakinkan terkait keamanan, khasiat, dan efektivitasnya sebagai obat Covid-19 melalui uji klinik lebih lanjut.

Untuk kehati-hatian, Badan POM RI meminta kepada masyarakat agar tidak membeli obat Ivermectin secara bebas tanpa resep dokter, termasuk membeli melalui platform online.

Sebelumnya, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir secara resmi meluncurkan obat Ivermectin, produksi PT Indofarma Tbk, sebagai terapi penyembuhan pasien virus corona.

Obat dirilis seiring dengan terbitnya izin edar dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Ivermectin menjadi salah satu upaya Kementerian BUMN dan Indofarma dalam menyediakan obat-obatan untuk pasien Covid-19.

Ivermectin nantinya dapat membantu terapi penyembuhan pasien virus Corona. Harga obat itu sangat terjangkau, yakni Rp 5.000 hingga Rp 7.000 per tablet. Saat ini, Ivermectin tengah berada dalam fase uji stabilitas.

Beberapa jurnal kesehatan mengumumkan efektivitas obat ini. Nantinya, dengan kapasitas produksi 4 juta tablet per bulan, obat ini diharapkan bisa jadi salah satu solusi upaya penanggulangan virus corona di Indonesia.

Kementerian BUMN melalui Indofarma tengah mengurus perizinan untuk dapat memproduksi beberapa obat-obatan dalam terapi penyembuhan pasien Covid-19. Macam-macam obat itu antara lain Oseltamaivir, Fapiviravir dan Remdesivir.

Ketersediaan Oseltamaivir dan Fapiviravir sekarang masih mencukupi sementara persediaan obat Remdesivir relatif terbatas. Erick mengatakan, telah melakukan pengadaan stok baru dalam waktu dekat. (*)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *