Benarkah Candi Sukuh Meniru Peradaban Maya Amerika Tengah

MISTERI Candi Sukuh, benarkah candi ini terinspirasi oleh candi-candi peradaban suku Maya di Amerika Tengah? Candi Sukuh ditemukan tahun 1815 ketika Inggris masih berkuasa di Pulau Jawa pada masa pemerintahan Sir Thomas Stamford Raffles.

Candi Sukuh terletak di Desa Berjo, Kecamatan Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. Candi ini termasuk dalam Kompleks candi Hindu di Karanganyar.

Ketika ditemukan, keadaannya sudah berantakan. Yang mengherankan para arkeolog kala itu adalah bentuknya. Ada apa dengan bentuknya? Bentuknya sangat berbeda dengan candi-candi yang ditemukan di Jawa pada saat itu.

Ada kemiripan bentuk antara Candi Arjuna di Dieng dan Candi Gedong Songo di Ungaran. Candi Sukuh tidak mirip dengan candi apapun. Kapan tepatnya candi ini didirikan masih menjadi teka-teki.

Berdasarkan relief yang ada, di gapura candi ini, terdapat tulisan “Gapuro Butho Anguntal Jalmo”, yang berarti Seorang Raksasa yang Memangsa Manusia. Condrosengkolo ini bisa diartikan tahun 1359 Saka atau 1437 Masehi.

Ada beberapa teori yang mengemuka mengapa bentuk candi ini berbeda dengan candi-candi lain yang ada di Nusantara.

1. Ada teori yang mengatakan, pemahat candi adalah pemahat kayu, bukan pemahat batu utusan dari keraton. Mereka tidak tahu cara menatah batu seindah candi-candi lain. Itulah sebabnya candi itu tampak sederhana, tidak sedetail dan seindah candi Prambanan.

2. Adanya kebutuhan mendesak untuk menyelesaikan candi ini dalam waktu dan tempo sesingkat-singkatnya. Pembangunannya dilakukan dalam keadaan tergesa-gesa.

3. Situasi kerajaan Majapahit saat itu yang tidak stabil. Abad XV adalah masa-masa redupnya Majapahit. Pendanaan candi ini terbatas. Itulah sebabnya candi ini dibuat dengan sederhana karena krisis politik dan ekonomi.

Tapi kalau melihat lebih detail lagi, mengapa candi ini berbeda karena ada yang mengatakan, candi ini memuja Dewa Wisnu. Berbeda dengan candi-candi lain yang memuja dewa Siwa. Mengapa Dewa Wisnu?

Di dalam agama Hindu, Wisnu termasuk dalam Tri Murti, tiga dewa tertinggi. Dia bertugas memelihara dan melindungi segala ciptaan Brahman, Tuhan yang Maha Esa. Lalu apa kaitannya dengan candi ini?

Mengingat situasi saat candi ini dibangun, kala itu Majapahit sedang berada di ujung kehancuran. Masyarakat berharap, Dewa Wisnu bisa menjaga Kerajaan Majapahit agar tidak hancur seperti kerajaan-kerajaan sebelumnya.

Sumber: di sini

Leave a Reply

Your email address will not be published.