Kenali Anatomi Ogoh-ogoh Ikon Khas Perayaan Hari Raya Nyepi

PERAYAAN Hari Raya Nyepi selalu dipenuhi dengan suka cita dan pengharapan. Berbagai tradisi dan rangkaian ritual keagamaan kerap dilakukan di beberapa daerah salah satunya Pulau Dewata Bali. Salah satu ikon dan tradisi yang menarik perhatian adalah Ogoh-ogoh.

Ogoh-ogoh biasanya diarak mengelili kota yang dilaksanakan pada hari Pengerupukan (sehari sebelum Nyepi). Tradisi ini selalu selalu menjadi peristiwa yang dinanti-nanti warga dan wisatawan, baik umat Hindu maupun pemeluk agama lain.

Tapi seperti apa sih, anatomi Ogoh-ogoh itu?
1. Berat sekitar 900 kg hingga 1,3 ton, dengan tinggi 2,5 meter
2. Terbuat dari kertas berwarna, styrofoam, potongan kaca, suede, perada, serta bambu
3. Berasal dari ‘ogah-ogah’, yang artinya menggoyangkan atau mengguncang
4. Ogoh-ogoh digambarkan sebagai kekuatan jahat atau gelap, yang kerap mengganggu aktivitas
5. Punya tiga jenis: Butha Kala, tokoh pewayangan, kontemporer
6. Ogoh-ogoh kadangkala menyesuaikan isu yang sedang berkembang. Misalnya. saat masyarakat diresahkan oleh kemunculan Leak

Sebelum pandemi, tradisi mengarak Ogoh-ogoh di Bali selalu dilakukan setiap tahunnya. Kini, kegiatan itu ditiadakan sebagai bagian dari upaya pencegahan virus Covid-19.

Meski begitu, beberapa tradisi dan ritual tetap berjalan. Hanya saja, dibatasi jumlah pengikutnya. Seperti pada pelaksanaan upacara Melasti: proses penyucian menjelang Nyepi yang hanya boleh diikuti maksimal 25 orang saja, yang tentunya dengan menerapkan protokol 3M dan 3T.

Sumber: di sini

Leave a Reply

Your email address will not be published.