Mitos dan Asal Usul Atlantis

ATLANTIS atau Atalantis atau Atlantika, yang dalam bahasa Yunani: Ἀτλαντὶς νῆσος, berarti Pulau Atlas, merupakan pulau legendaris yang pertama kali disebut oleh Plato dalam buku Timaeus dan Kritias.

Masyarakat sering membicarakan keberadaan Atlantis selama Era Klasik, tetapi umumnya tidak memercayainya dan kadang-kadang menjadikannya sebagai bahan lelucon.

Seorang filsuf bernama Plato (melalui karakter Kritias dalam dialognya) menggambarkan Atlantis sebagai sebuah pulau yang lebih besar dari Libya dan Asia Kecil jika disatukan, terletak di Atlantik.

Umumnya diasumsikan bersebelahan dengan Selat Gibraltar. Budayanya maju dan memiliki konstitusi yang secara mencurigakan mirip dengan “Republik”, dilindungi dewa Poseidon.

Hal itu menjadikan putranya Atlas sebagai raja dan nama pulau dan lautan yang mengelilinginya. Ketika negeri Atlantis tumbuh kuat dan maju, etika mereka menurun. Mereka menjadi tamak, sombong serta melupakan segala adab kesopanan dan norma norma kehidupan.

Tentara mereka menaklukkan Afrika hingga Mesir dan Eropa hingga Tyrrhenia (Etruscan Italia) sebelum dipukul mundur oleh aliansi yang dipimpin Athena. Sebagai hukuman dewa, pulau itu dilanda gempa bumi dan banjir, dan tenggelam ke dalam laut berlumpur.

Plato mengatakan, dia mendengar kisah Atlantis dari kakeknya, yang sudah mendengarnya dari negarawan Athena Solon (300 tahun sebelum masa itu). Dia memelajarinya dari seorang pendeta Mesir, yang mengatakan itu terjadi 9.000 tahun sebelumnya.

Pada abad-abad pertama era Kristen, Aristoteles mengambil sedikit kisahnya dan Atlantis sedikit dibahas. Pada tahun 1627, filsuf dan ilmuwan Inggris, Francis Bacon menerbitkan sebuah novel utopis berjudul “The New Atlantis.”

Novel utopis itu menggambarkan, seperti Plato sebelumnya, masyarakat maju secara politik dan ilmiah di pulau samudra yang sebelumnya tidak dikenal.

Dari waktu ke waktu, para arkeolog dan sejarawan menemukan bukti sebuah kota prasejarah yg berawa di pesisir Spanyol, formasi batuan bawah laut yang mencurigakan di Bahamas yg mungkin menjadi sumber cerita Atlantis.

Dari jumlah itu, situs dengan penemuan terluas adalah Pulau Santorini Yunani (Thera kuno), kaldera setengah tenggelam yang diciptakan oleh letusan gunung berapi besar kedua milenium-SM, (tsunami mungkin telah mempercepat runtuhnya peradaban Minoan di Kreta.)

Terjadi letusan gunung berapi besar yang menghilangkan sebagian wilayah Santorini pada 3.600 tahun lalu. Pakar geologi mengatakan bahwa topografi Santorini sesuai dengan apa yg digambarkan oleh Plato mengenai Atlantis.

Selain itu, ditemukan juga Antikythera, sebuah kalkulator mekanik yang dipercaya sebagai salah satu cikal bakal komputer mekanik yg ada di dunia.

Alat ini ditemukan (bukan diciptakan) oleh seorang arkeolog Valerios Stais pada tahun 1901 di sebuah kapal yang karam di lepas pantai Antikythera, sebuah pulau di antara Kreta dan Peloponnesos, Yunani.

Para ahli memercayai jika masyarakat zaman dahulu dianggap belum mampu untuk menciptakan alat dengan teknologi secanggih itu. Oleh karenanya, sebagian ilmuwan percaya, Antikythera berasal dari peradaban Atlantis dikenal memiliki teknologi canggih.

Dalam teorinya, Critias, Plato menyebutkan, Atlantis merupakan kota berkilauan dengan lampu dari orichalcum, logam mulia. Pada tahun 2015, arkeolog menemukan 39 balok orichalcum di bangkai kapal yang berasal dari abad 6 Sebelum Masehi (SM).

Penemuan logam itu dianggap memperkuat teori Plato tentang keberadaan Atlantis. Ditemukan juga batu jangkar kuno di Selat Gibraltar. Mereka mengklaim, penemuan itu bisa menjadi bukti dari keberadaan Atlantis dan menguatkan teori Plato.

Sumber: di sini

Catatan admin:
1. Edgar Cayce pertama kali menyebut Atlantis tahun 1923 dan nantinya menjelaskan, lokasi Atlantis berada di Karibia dan menyatakan, Atlantis adalah peradaban kuno yang jaya, memiliki kapal dan pesawat tempur yang menggunakan energi dalam bentuk kristal energi misterius, dan telah tenggelam.

2. Banyak ilmuwan menyebut benua Atlantis terletak di Samudera Atlantik. Sebagian arkeolog AS bahkan meyakini, benua Atlantis dulunya adalah sebuah pulau besar bernama Sunda Land, suatu wilayah yang kini ditempati Sumatra, Jawa dan Kalimantan.

Leave a Reply

Your email address will not be published.