Ini Lho Sejarah Panjang Marga Tionghoa

MARGA Tionghoa memiliki sejarah panjang yang bisa ditarik kembali selama lebih dari 3.000 tahun. Ada dua konsep ‘marga’ dalam konteks ini, 1) xing 姓, dan shi 氏.

Xing 姓 memiliki partikel ‘女’ (nü) yang berarti perempuan karena dulu, marga dipercaya diturunkan oleh ibu sedangkan marga yang banyak dipakai sekarang adalah shi 氏.

Zaman dulu, sebelum Periode Warring States, hanya bangsawan dan warga kelas atas yang punya marga. Warga biasa cuma punya given names.

Baru saat Dinasti Qin didirikan (dinasti kekaisaran pertama yang mengunifikasi Cina) pada 221 SM, dibuat standar penamaan dan warga sipil biasa turut menggunakan marga.

Jadi bagaimana asal-usul marga Cina atau Tionghoa?

Ada sembilan sumber marga Cina: 1) nama dinasti, 2) titel setelah meninggal, 3) pangkat bangsawan, 4) nama state asal, 5) posisi di pemerintahan, 6) nama kehormatan, 7) area tempat tinggal, 8) pekerjaan, 9) kejadian tertentu,

Dari situlah, semua kemudian diturunkan.

Itu sembilan yang paling umum. Sebenarnya, masih ada banyak lagi sumber lain, seperti nama pemberian kaisar, nama distrik asal, dari senioritas dalam keluarga, hingga etnis.

Beberapa juga ada yang mengganti marganya saat: 1) karakter marga mirip nama kaisar (diganti karena tabu), 2) diberikan marga baru oleh kaisar (misal: Zhao 趙 diberikan pada Dinasti Song, Liu 劉 pada Dinasti Han).

Meski marganya sama, tidak semuanya memiliki asal yang sama pula.

Misal marga Huang (黃), ada yang asal marganya dari Suku Dong Yi, keturunan klan Ying, keturunan klan Ji, dan lainnya.

Klan Ji juga menghasilkan marga Liu (劉), jadi asalnya bisa beda-beda ya, meskipun marganya sama.

Beberapa keluarga juga masih bisa trace back marganya sampai dinasti ratusan tahun lalu.

Kayak Jiang Zemin (江澤民) yang keluarganya ganti marga ke Jiang dari Xiao (消), karena Jenderal Xiao Zhen pernah memimpin pemberontakan yang gagal ke Dinasti Liang.

Marga Qian (錢/钱) asalnya dari keturunan Fu, seorang bendahara kerajaan era Dinasti Zhou. Keturunannya akhirnya memakai marga ‘Qian’ dari titel Qianfu.

Marga ini tersebar di area yang dulunya Kerajaan Wuyue, termasuk Fujian Utara. Dekat kota lahir Qian Kun.

Tokoh sejarah bermarga Li (李) pertama adalah Laotzu, filsuf yang menemukan filosofi Taoisme.

Marga Li (李) juga marga yang diberikan secara khusus oleh kaisar pada era Dinasti Tang. Selain itu, marga ini diadopsi oleh etnis minoritas seperti etnis Miao, Bai dan Yao.

Marga Cina ini, cara melihatnya dari karakternya ya, soalnya pronounciation bisa beda-beda dari berbagai topolek.

Misalnya, marga Zhang (張) yang disebut Cheung di Kanton, Teo/Tio di Hokkien dan Tiociu, Cheong di Hakka, dan Tsan di Shanghainese.

Dan, marga Cina tidak semuanya satu karakter doang. Ada beberapa compound surnames di Cina, meski tidak sesering yang satu karakter.

Contohnya, Ouyang (歐陽), Sima (司馬), Zhuge (諸葛), Situ (司徒), dan lainnya. Keren banget nggak sih kalau punya marga Zhuge T_T, nanti dikira cucu buyut Zhuge Liang gitu.

Sumber: di sini

Leave a Reply

Your email address will not be published.