Ini Lho Asal Mula Ritus Jumat Pertama di Agama Katolik

AGAMA Katolik mengenal yang namanya ‘Jumat Pertama’. Biasanya, di mana-mana ramai menggelar Misa Jumat Pertama, yang jatuhnya pada hari Jumat setiap awal bulan. Pertanyaannya, Sejak kapan ada tradisi atau ritus Jumat Pertama?

Sebenarnya, sejarah Misa Jumper (Jumat Pertama), tak bisa dilepaskan dari tradisi penghormatan terhadap Hati Kudus Yesus, sebuah devosi yang cukup populer pada abad pertengahan. Devosi ini sudah dimulai pada abad 11 dan 12 di lingkungan biara-biara Benediktin dan Sistersian.

Pada abad 13-16 Masehi, devosi ini menurun. Nah, pada abad 17, mulai tumbuh subur pelbagai praktik devosi kepada Hati Kudus Yesus dan tokoh-tokoh spiritual Kristen, di antaranya Fransiskus Borgias dan Aloysius Gonzaga, yang sifatnya devosi personal.

Kemudian Yohanes Eudes (1602-1680) yang membuat devosi ini menjadi devosi umat, yang dirayakan dalam peribadatan bersama. Ia bahkan menetapkan pesta liturgi khusus untuk devosi kepada Hati Kudus Yesus ini, pada 31 Agustus 1670, di Seminari Tinggi Rennes, Prancis.

Nah, singkatnya, dalam suasana makin suburnya devosi Hati Kudus, terjadilah peristiwa penampakan Hati Kudus Yesus kepada St Margareta Maria Alacoque (1647-1690) di Prancis. Ia menerima penampakan ini beberapa kali.

Pertama kali Yesus menampakan diri kepadanya pada 27 Desember 1673 dan berakhir 18 bulan kemudian. Istilah Jumat Pertama sebagai devosi kepada Hati Kudus Yesus, berawal dari penampakan ini.

Dalam penampakan itu St Margareta Maria Alacoque menerima pesan dari Yesus Kristus, yang mengarahkannya untuk mempromosikan kebaktian kepada Hati Kudus Yesus, pada sembilan kali hari Jumat berturut-turut, sebagai bentuk silih atas dosa-dosa & untuk menunjukkan cinta kasih kepada Yesus.

Bagi mereka yang melaksanakannya, yaitu merayakan Misa Jumat pertama, menyambut Komuni, menerima sakramen pengampunan dosa, dan bahkan satu jam Adorasi Ekaristi pada malam Jumat Pertama, Yesus menjanjikan janji berkatNya.

Yesus berkata: “Dalam kelimpahan belas kasihan dari HatiKu, aku menjanjikan bahwa Cinta-Ku yang maha kuasa akan mengaruniakan kepada setiap orang yang menyambut Komuni pada hari Jumat Pertama, selama sembilan bulan berturut-turut, rahmat pertobatan akhir.

Mereka tidak akan meninggal dalam keadaan ditolak oleh-Ku, atau tanpa menerima sakramen orang sakit; dan Hatiku akan menjadi tempat perlindungan aman mereka dalam satu jam terakhir itu.

So, karena perintah inilah, Margareta Maria Alacoque menyebarkan devosi Jumat Pertama. Apakah lancar dan mulus? Tentu saja tidak. Ia dianggap mengada-ada dan berbohong telah mengalami penampakan dari Allah.

Bahkan, penolakan itu datang dari rekan-rekan biarawati dalam komunitas biaranya. Baru setelah 75 tahun, devosi ini akhirnya diterima dan ditetapkan secara resmi. Pada 1856, Paus Pius IX menetapkan Pesta liturgi Hati Kudus Yesus.

Hampir 240 tahun setelah kematiannya, Paus Pius XI menyatakan, Yesus telah menampakkan diri kepada St Margaret Maria Alacoque dalam ensikliknya Miserentissimus Redemptor (1928), delapan tahun setelah ia secara resmi dikanonisasi sebagai orang suci oleh Paus Benediktus XV.

Nah sejak itu, Hari Jumat Pertama dirayakan oleh segenap umat Katolik sampai sekarang. Peringatan Hari Kamis malam masih dirayakan sampai sekarang di biara-biara dan oleh sebagian umat dengan perayaan devosional yang disebut Hora Sancta atau Jam Suci.

Salah satu kongegrasi yang merayakan Hora Sancta (jam suci) adalah Kongregasi Imam-imam Hati Kudus Yesus (SCJ). Kongregasi ini berasal dari bahasa Prancis Prêtres du Sacré-Cœur de Jésus.

Dia adalah ordo keagamaan Katolik yang didirikan oleh Leon Dehon di Saint-Quentin, Aisne dan menerima decretum laudis dari Tahta Suci pada 25 Februari 1888. Para imam SCJ ini juga sering disebut sebagai Dehonian.

Leave a Reply

Your email address will not be published.