Ini Lho Cara Hitung THR Prorate

SESUAI dengan SE Menaker, THR diberikan dengan rasio satu kali gaji, dan hanya untuk karyawan yang sudah bekerja selama 12 bulan atau lebih. Bagi karyawan yang belum genap setahun bekerja, pemberian THR akan dihitung dari berapa bulan mereka efektif bekerja atau yang dikenal dengan istilah pro rata (prorate).

1. Jumlah masa kerja dalam bulan/12 x Gaji Kamu = THR Prorate kamu?
Contoh:
– Gaji kamu Rp 5 juta
– Kamu kerja dari Januari 2022
– Lebaran Mei 2022

Berarti kurang lebih 4 bulan ya, maka: 4/12 x Rp 5.000.000 = Rp 1.666.666

2. Siapa saja yang berhak mendapatkan Prorate?
Mengacu pada Permenaker no.6/2016, pekerja yang mempunyai masa kerja 1 bulan berhak mendapatkan THR Keagamaan dari perusahaan, dan dibagi sesuai dengan masa kerja

Jadi, mau kontrak atau tetap sekalipun, selama belum genap setahun dihitungnya secara Prorate. Selama resignation date/hari terakhirnya genap 30 hari sebelum hari raya, masih dapet.

Contoh: Lebaran 3 Mei 2022
a. Last day tanggal 22 April 2022. Ini dapet THR sesuai peraturan, konfirm lagi ke HRD.
b. Last day tanggal 30 Maret 2022. Ini ga dapet.

Secara peraturan, THP (take home pay) alias yang kamu bawa setiap bulannya termasuk Gaji Pokok dan Tunjangan Tetap.

Contoh:
– Gaji Pokok Rp 5 juta
– Tunjangan Tetap Rp 500.000
– Tunjangan Tidak Tetap 1,5 juta (Meal+Transport)

Yang dihitung adalah Rp 5,5 juta karena meal+transport tergantung absensi.

Dalam case ini, menyesuaikan dengan gaji yang terbaru. Cuma ya baiknya konfirmasi ke HRD kamu langsung saja, takut ada pertimbangan lain dari perusahaan.

Kalau menurut Permenaker Nomor 6/2016 pasal 2 ayat (2), THR hanya diberikan kepada pekerja yang sifatnya Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT) atau Perjanjian Kerja Waktu Tidak Tertentu (PKWTT) saja.

Jadi, anak magang belum berhak dapet THR. Selama ada perjanjian kerja yang sah, freelance dapet kok sesuai masa kerjanya, kecuali freelance mandiri yang cari proyekan sana sini, alias ga terikat perjanjian.

Bagaimana cara menghitungnya? Tetap menggunakan Prorate ya. Paling yangg berbeda, cari gaji rata-ratanya dulu.

Mengacu pada Permenaker, karyawan yang habis kontrak sebelum tanggal pembagian THR atau Hari Raya, tidak berhak THR. Aturannya begitu dari sana buat yang PKWT habis kontrak sebelum Lebaran. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published.