Cara Mengatasi Masa Kritis dalam Budikdamber

DUA minggu awal merupakan masa yang kritis bagi ikan di dalam budikdamber. Seringkali di dasar atau dalam air banyak bahan organik (sisa pakan, kotoran ikan dan daun pepaya yang dimasukkan, mulai membusuk).

Bahan organik ketika diuraikan oleh bakteri aerob maka oksigen di dasar akan habis atau berkurang, makanya ikan “mencari oksigen” ke permukaan. Seringkali ikan mulai mengalami kematian.

Solusinya:
1. Sedot bahan organik/kotoran dasar.
2. Jangan tambah bahan organik lagi alias puasakan ikan.
3. Tambah bakteri baik yang bisa hidup di keadaan tanpa oksigen atau probiotik (berbagai merek).

Satu tutup botol saja atau bisa diberi yakult. Jumlah yakultnya sesuaikan dengan jumlah kotoran yang ada di dasar. Cukup 1/3 botol saja agar tidak boros.

4. Lakukan pemberian probiotik atau yakult sampai 3 hari. Ketika ikan sehat saya rekomendasikan tidak perlu diberikan daun pepaya.

Ketika ikan sakit (kumis keriting putih, mulut sariawan, badan luka atau jamuran) bisa aplikasi daun pepaya. Pemberiannya pun diusahakan potongan besar agar ketika membusuk bisa diambil dengan mudah dah tidak menjadikan terjadinya pembusukan di air.

Fungsi daun pepaya membantu menaikkan pH air, dan antibakteri pathogen. Bila ikan dalam keadaan sehat, justru kita menambah kerjaan, menambah biaya dan bisa menambah masalah ke air jika belum tahu penggunaan daun pepaya yang tepat.

Apabila sudah telanjur, tidak apa-apa. Lakukan prosedur sipon (pembuangan) bila ikan menggantung.

Volume air dalam budikdamber hanya sedikit. Jadi, apapun yang dimasukkan sangat berpengaruh pada airnya.

Setiap air usahakan (termasuk air hujan) dibiarkan dulu. Istilahnya diendapkan dulu. Fungsinya adalah:
1. Memastikan gas racun, NH3, H2S dan ch3 menguap
2. Agar pH air ke arah netral karena teroksidasi
3. Agar partikel yg tersuspensi di air mengendap sehingga air lebih jernih dan baik.

Namun bisa saja bila kita dapat memastikan kualitas air sumur kita memang baik, makanya bisa langsung dipakai.

Sumber: telegram Juli Nursandi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *