Mustang Hitam (1 dan 2) Karya Karl May

Rp2.000

Dalam buku ini, Karl May bercerita tentang kehidupan para pembuat jalan kereta api yang melintasi benua Amerika, dan kemudian membentuk dunia baru. Para kuli tersebut adalah orang-orang Tionghoa yang harus didatangkan dari Tiongkok. Buku format PDF dari hasil desain ulang, diformat dengan dark mode agar lebih nyaman membaca.

Category: Tags: , ,

Description

Dalam buku ini, Karl May bercerita tentang kehidupan para pembuat jalan kereta api yang melintasi benua Amerika, dan kemudian membentuk dunia baru. Para kuli tersebut adalah orang-orang Tionghoa yang harus didatangkan dari Tiongkok.

Di sana, Winnetou-Old Shatterhand terlibat dalam petualangan yang menyedihkan, karena senjata-senjata mereka yang berharga itu dicuri oleh para kuli tadi. Mustang Hitam rupanya memanfaatkan kejadian itu.

Ini nukilan Buku Mustang Hitam BAB 1 PERTEMUAN DI FIRE-WOOD.

Badai sedang mengamuk di hutan pegunungan di atas lereng lembah. Puncak pohon-pohon den diumbang-ambing-kan oleh angin kencang. Hujan turun dengan lebatnya. Air sebagai dicurahkan dari atas, mengalir melalui batang pohon, lalu berkumpul di bavvah menjadi batang air kecil-kecil yang akhirnya bermuara melimpah-limpah di sungai yang mengalir di dasar lembah. Malam itu gelap sekali. Ha-nya kadang-kadang lereng lembah itu diterangi oleh cahaya halilintar yang seakan-akan kejar-mengejar. Petir yang seakan-akan membelah angkasa menimbulkan bunyi gemuruh yang mengejutkan seluruh isi hutan.

Di bagian atas pegunungan itu seluruh alam seakan-akan melepaskan tenaganya, akan tetapi jatuh di bawah, di dalam lembah, semuanya tenang belaka. Angin tidak berembus, pohon-pohonan tidak bergerak, hanya air sungai saja meng-gelegar dan mendesis-desis sedemikian kerasnya sehingga hanya telinga yang tajam saja dapat mendengar bunyi dua orang berkuda yang berjalan menyusur tepi sungai ke arah hilir. Karena hari gelap, maka mereka tidak dapat dilihat.

Sekiranya hari siang maka setiap orang yang bertemu dengan mereka akan tercengang-cengang, bukan oleh pakaian mereka yang ganjil, melainkan oleh karena kedua orang yang menunggang kuda itu badannya sangat tinggi.

Yang seorang rambutnya pirang : dibandingkan dengan tinggi badannya maka kepalanya tampaknya kecil sekali. Matanya memandang dengan ramah-tamah; hidungnya melengkung ke atas pada ujungnya, sehingga dengan demi-kian maka muka orang itu menjadi lebih serasi bagi seorang kanak-kanak yang berumur empat tahun. Mulutnya lebar sekali sehingga ujung dan pangkalnya hampir sampai kepa-da telinganya apabila ia tertawa. Pipi dan dagunya tidak berambut, suatu hal yang jarang terdapat pada orang kulit putih. la memakai baju kulir dan celana dari kulit pula. Kakinya dan betisnya tertutup oleh sepatu lars yang tinggi; kepalanya dilindungi oleh topi jerami yang pinggirnya melengkung ke bawah, sehingga air hujan tidak membasahi mukanya. Pada punggungnya ia menyandang bedil dengan larasnya ke arah bawah. Kuda yang ditungganginya kelihatannya sangat kuat ; umurnya sudah kira-kira lima belas tahun.

Penunggang kuda yang seorang lagi rambutnya kehitam-hitaman, sebagian tertutupi oleh sebuah peci yang terbuat daripada kulit binatang yang berbulu tebal. Mukanya sem-pit dan panjang bentuknya ; hidungnyapun sempit dan pan-jang juga. Dagu dan sebagian dari pipinya tertutupi oleh janggut yang lebat. la menyandang bedil berlaras dua. la mengendarai seekor mustang *) yang sudah terlatih, yang umurnya kira-kira sudah lima belas tahun juga.

Lain daripada bedil, mereka masih membawa pisau dan pistol. Itu tidak mengherankan, sebab daerah Wild West ini terkenal sebagai daerah yang sangat bcrbahaya. Kodua orang penunggang kuda itu sedikitpun tidak menghiraukan hujan yang turun dengan lebatnya. Walaupun hari amat gelap, tetapi mereka tidak merasa khawatir akan jalan yang di-tempuh oleh kuda mereka, sebab kedua binatang itu sudah terlatih baik dan mempunyai bakat serta pancaindera yang tajam sehingga mereka mengetahui di mana mereka harus berjalan. Mereka bercakap-cakap deneran tenang sekali, akan tetapi sekiranya hari agak terang maka mereka akan melihat bahwa kedua orang itu saling pandang-memandang, sebab mereka baru saja berkenalan. Belum ada sejam yang lalu mereka bertemu secara kebetulan dan oleh karena mereka mempunyai tujuan yang sama, yakni perkemahan di Fire-wood, maka mereka memutuskan untuk berjalan ber-sama-sama.

Reviews

There are no reviews yet.

Be the first to review “Mustang Hitam (1 dan 2) Karya Karl May”

Your email address will not be published. Required fields are marked *